PLN EPI Dorong Ekonomi Sirkular Desa lewat Pengembangan Biomassa
Rabu, 29 April 2026 - 21:17 WIB
loading...
A
A
A
Ia menambahkan, biomassa memiliki peran strategis dalam program co-firing PLTU, yakni substitusi sebagian batubara dengan bahan bakar berbasis biomassa untuk menekan emisi karbon tanpa perlu membangun pembangkit baru secara masif. Dari sisi PLN Group, program ini juga mencerminkan sinergi antara induk usaha dan subholding dalam membangun model transisi energi yang inklusif dan berkelanjutan.
Mewakili PT PLN (Persero), Senior Manager Komunikasi & Umum PLN UID Jawa Barat, Krisantus H. Setyawan menyampaikan bahwa pemanfaatan biomassa tidak hanya berdampak pada pengurangan limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. “Pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan menjadi energi memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendorong ekonomi sirkular berbasis masyarakat,” ujarnya.
Dari perspektif akademisi, Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran ITB, Prof. Zulfiadi menekankan bahwa biomassa memiliki keunggulan sebagai energi terbarukan dengan siklus karbon yang lebih berkelanjutan dibandingkan energi fosil. "Biomassa memungkinkan siklus karbon yang lebih cepat dan terkontrol, sehingga menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim," jelasnya.
Lebih jauh, ia menilai pengembangan biomassa berbasis masyarakat juga membuka peluang transformasi ekonomi daerah. "Ke depan, daerah tidak hanya menjadi konsumen energi, tetapi juga produsen energi berbasis biomassa yang mendukung kebutuhan nasional," paparnya.
Dalam kegiatan tersebut, PLN EPI menghadirkan beberapa pemateri dari BRIN Puspitek Serpong, ITB dan Masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI) untuk memastikan peserta dibekali pengetahuan yang cukup terkait proses produksi Biomassa. Melalui pendekatan pelatihan yang komprehensif, Program ini mendorong terbentuknya unit usaha biomassa berbasis desa yang profesional dan terstandarisasi sebagai bagian dari ekosistem energi nasional.
Mewakili PT PLN (Persero), Senior Manager Komunikasi & Umum PLN UID Jawa Barat, Krisantus H. Setyawan menyampaikan bahwa pemanfaatan biomassa tidak hanya berdampak pada pengurangan limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. “Pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan menjadi energi memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendorong ekonomi sirkular berbasis masyarakat,” ujarnya.
Dari perspektif akademisi, Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran ITB, Prof. Zulfiadi menekankan bahwa biomassa memiliki keunggulan sebagai energi terbarukan dengan siklus karbon yang lebih berkelanjutan dibandingkan energi fosil. "Biomassa memungkinkan siklus karbon yang lebih cepat dan terkontrol, sehingga menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim," jelasnya.
Lebih jauh, ia menilai pengembangan biomassa berbasis masyarakat juga membuka peluang transformasi ekonomi daerah. "Ke depan, daerah tidak hanya menjadi konsumen energi, tetapi juga produsen energi berbasis biomassa yang mendukung kebutuhan nasional," paparnya.
Dalam kegiatan tersebut, PLN EPI menghadirkan beberapa pemateri dari BRIN Puspitek Serpong, ITB dan Masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI) untuk memastikan peserta dibekali pengetahuan yang cukup terkait proses produksi Biomassa. Melalui pendekatan pelatihan yang komprehensif, Program ini mendorong terbentuknya unit usaha biomassa berbasis desa yang profesional dan terstandarisasi sebagai bagian dari ekosistem energi nasional.
Lihat Juga :