Dampak Ekonomi Implementasi B50: Serap 1,9 Juta Pekerja, Beri Nilai Tambah Rp21,29 Triliun

Kamis, 30 April 2026 - 14:00 WIB
loading...
Dampak Ekonomi Implementasi...
Pemerintah menegaskan implementasi program mandatori biodiesel B50 tidak hanya berdampak pada sektor energi dan fiskal, tetapi juga berpotensi besar dalam penyerapan tenaga kerja. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemerintah menegaskan bahwa implementasi program mandatori biodiesel B50 tidak hanya berdampak pada sektor energi dan fiskal, tetapi juga berpotensi besar dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja nasional.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan menyampaikan, bahwa jumlah tenaga kerja yang terserap dari program biodiesel diproyeksikan mencapai 1,9 juta orang pada 2026.

"Serapan tenaga kerja itu di 1,88 juta di tahun 2025 dan dengan dinamika yang ada sekarang, kita harapkan menjadi 1,9 juta tahun 2026," ujarnya dalam acara Implementasi Program Biodiesel B50: Peluang, Tantangan & Strategi Nasional di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga: Implementasi Biodiesel B50 Tak Cukup dengan Kapasitas Produksi, Sistem Pendanaan Harus Diperkuat

Menurutnya, program B50 menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong penciptaan lapangan kerja, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit dan industri turunannya. Peningkatan permintaan bahan baku biodiesel dinilai akan berdampak langsung terhadap aktivitas produksi, distribusi, hingga pengolahan di dalam negeri.



Selain menciptakan lapangan kerja, implementasi B50 juga memberikan dampak ekonomi yang luas. Pemerintah mencatat adanya peningkatan nilai tambah crude palm oil (CPO) yang mencapai Rp20,29 triliun pada 2025 dan diproyeksikan naik menjadi Rp21,29 triliun pada 2026.

Di sisi lain, program ini turut berkontribusi terhadap penghematan devisa negara. Pada 2025, penghematan devisa tercatat sebesar Rp133 triliun dan diperkirakan meningkat menjadi Rp139 triliun pada 2026. Program ini diperkirakan juga mampu menghemat pengeluaran Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau ABPN hingga Rp48 triliun pada tahun 2026.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPDP Perkuat Tata Kelola...
BPDP Perkuat Tata Kelola Industri Sawit Melalui Pedoman Pengarusutamaan Gender
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Prabowo Heran Minyak...
Prabowo Heran Minyak Goreng Sempat Langka, Padahal Indonesia Penghasil Sawit Terbesar
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
Transisi Energi, Prabowo...
Transisi Energi, Prabowo Akan Luncurkan BBM B50 pada 9 Juli 2026
Pekebun Sawit di Bengkulu...
Pekebun Sawit di Bengkulu Selatan Dilatih Budidaya dan Pemetaan Modern
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Rekomendasi
Sambut Hari Kemerdekaan,...
Sambut Hari Kemerdekaan, The Margo Hotel Hadirkan Kuliner Bertema Harmony of Indonesia
Venus Terdeteksi Sedang...
Venus Terdeteksi Sedang Merobek Dirinya Sendiri dari Dalam
Korsel Terjunkan Robot...
Korsel Terjunkan Robot PiBot untuk Kemudikan Kapal Perang
Berita Terkini
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
IHSG Senin Depan Diprediksi...
IHSG Senin Depan Diprediksi Lanjut Koreksi, Cermati Area 6.074-6.146
Infografis
Belanja Alutsista Bekas...
Belanja Alutsista Bekas Kemenhan Tambah Utang Rp385 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved