OPEC+ Bergejolak, Akankah Rusia Ikuti Jejak Uni Emirat Arab?
Kamis, 30 April 2026 - 21:18 WIB
loading...
A
A
A
Sebagaimana diketahui, Rusia telah menjadi pilar utama dalam aliansi OPEC+ sejak tahun 2016 dan menempati posisi sebagai salah satu produsen minyak mentah terbesar di dunia. Berdasarkan data Badan Energi Internasional (IEA), kolektif negara-negara anggota OPEC+ menyumbang hampir 50% dari total produksi minyak global.
Baca Juga: Pentagon Akui Tak Mampu Lawan Rudal Hipersonik Rusia dan China
Keluarnya UEA sebagai produsen minyak terbesar keempat dalam kelompok tersebut, diprediksi akan mengubah peta kekuatan dan dinamika internal organisasi secara signifikan. Namun, Moskow optimistis stabilitas pasar tetap dapat dikelola melalui komitmen kuat dari anggota yang tersisa.
Kini mata dunia tertuju pada langkah Rusia dan Arab Saudi sebagai pemimpin de facto aliansi tersebut untuk meredam spekulasi pasar. Keteguhan Rusia untuk bertahan diharapkan dapat memberikan sentimen positif dan mencegah efek domino bagi anggota OPEC+ lainnya di masa depan.
Baca Juga: Pentagon Akui Tak Mampu Lawan Rudal Hipersonik Rusia dan China
Keluarnya UEA sebagai produsen minyak terbesar keempat dalam kelompok tersebut, diprediksi akan mengubah peta kekuatan dan dinamika internal organisasi secara signifikan. Namun, Moskow optimistis stabilitas pasar tetap dapat dikelola melalui komitmen kuat dari anggota yang tersisa.
Kini mata dunia tertuju pada langkah Rusia dan Arab Saudi sebagai pemimpin de facto aliansi tersebut untuk meredam spekulasi pasar. Keteguhan Rusia untuk bertahan diharapkan dapat memberikan sentimen positif dan mencegah efek domino bagi anggota OPEC+ lainnya di masa depan.
(nng)
Lihat Juga :