OPEC+ Bergejolak, Akankah Rusia Ikuti Jejak Uni Emirat Arab?

Kamis, 30 April 2026 - 21:18 WIB
loading...
OPEC+ Bergejolak, Akankah...
Pemerintah Rusia memastikan tetap bertahan dalam aliansi produsen minyak global OPEC+ . FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Pemerintah Rusia memastikan tetap bertahan dalam aliansi produsen minyak global OPEC+ meskipun Uni Emirat Arab (UEA) telah memutuskan untuk keluar dari organisasi tersebut. Langkah ini diambil Moskow guna menjaga kepastian pasar di tengah meningkatnya gejolak energi global yang dipicu oleh tekanan geopolitik saat ini.

"OPEC+ adalah format penting yang membantu meminimalkan fluktuasi di pasar energi dan memungkinkan stabilisasi pasar," ujar Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dikutip dari NDTV, Kamis (30/4).

Baca Juga: UEA Hengkang dari OPEC, Harga Minyak Dunia Tembus USD115 per Barel

Peskov menegaskan, Rusia memandang peran strategis aliansi ini sangat krusial dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga energi dunia. Menurutnya, keberadaan koordinasi antarnegara produsen minyak menjadi semakin vital untuk menghadapi ketidakpastian pasar yang kian dinamis.

Sebelumnya, UEA secara mengejutkan mengumumkan pengunduran diri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Selasa lalu yang mulai berlaku efektif per 1 Mei. Keputusan Abu Dhabi tersebut dinilai sebagai pukulan telak bagi kredibilitas kelompok produsen minyak global, terutama di tengah krisis energi akibat eskalasi konflik di Iran.



Meskipun menyayangkan langkah tersebut, Rusia menyatakan tetap menghormati keputusan kedaulatan UEA untuk menanggalkan status keanggotaannya. Peskov berharap hubungan bilateral dan dialog energi antara Moskow dan Abu Dhabi tetap terjaga dengan baik, sekalipun keduanya kini berada di luar kerangka formal OPEC+.

Sebagaimana diketahui, Rusia telah menjadi pilar utama dalam aliansi OPEC+ sejak tahun 2016 dan menempati posisi sebagai salah satu produsen minyak mentah terbesar di dunia. Berdasarkan data Badan Energi Internasional (IEA), kolektif negara-negara anggota OPEC+ menyumbang hampir 50% dari total produksi minyak global.

Baca Juga: Pentagon Akui Tak Mampu Lawan Rudal Hipersonik Rusia dan China

Keluarnya UEA sebagai produsen minyak terbesar keempat dalam kelompok tersebut, diprediksi akan mengubah peta kekuatan dan dinamika internal organisasi secara signifikan. Namun, Moskow optimistis stabilitas pasar tetap dapat dikelola melalui komitmen kuat dari anggota yang tersisa.

Kini mata dunia tertuju pada langkah Rusia dan Arab Saudi sebagai pemimpin de facto aliansi tersebut untuk meredam spekulasi pasar. Keteguhan Rusia untuk bertahan diharapkan dapat memberikan sentimen positif dan mencegah efek domino bagi anggota OPEC+ lainnya di masa depan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Rekomendasi
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved