Strategi Baru UMKM Tangguh: Memulai Kemandirian dari Toko Bahan Baku Halal
Jum'at, 01 Mei 2026 - 07:04 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hassan, mengingatkan bahwa halal merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa dan menjaga kualitas hidup masyarakat. Ia menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi terkait jumlah produk bersertifikat.
"Makanan halal bukan sekadar pilihan, tetapi menjadi barrier utama dalam menjaga kualitas hidup," tegas Ahmad Haikal. Ia menambahkan bahwa dari sekitar 64 juta produk yang beredar, baru 24 juta yang telah bersertifikat halal, sehingga ruang akselerasi masih sangat terbuka luas.
Senada dengan hal tersebut, M. Cholil Nafis dari perspektif ulama menekankan pentingnya kehati-hatian terhadap produk pangan modern. Ia menyebutkan bahwa batas antara yang halal dan syubhat kini semakin meluas. Oleh karena itu, penetapan halal harus melalui audit ketat oleh tenaga profesional dan tetap menjadi kewenangan ulama dalam sinergi bersama pemerintah.
Dukungan juga datang dari Kementerian Koperasi. Perwakilan Kemenkop, Deva Rahman, menyatakan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam rantai pasok halal, terutama dengan keberadaan puluhan ribu koperasi desa yang potensial diintegrasikan ke dalam ekosistem ini.
Sebagai lembaga pemeriksa halal pertama di Indonesia yang berdiri sejak 1988, LPPOM melalui Festival Syawal berkomitmen terus menyambungkan mata rantai halal dari hulu ke hilir. Sertifikasi halal dipandang bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun kepercayaan dan keberlanjutan usaha di pasar global.
"Makanan halal bukan sekadar pilihan, tetapi menjadi barrier utama dalam menjaga kualitas hidup," tegas Ahmad Haikal. Ia menambahkan bahwa dari sekitar 64 juta produk yang beredar, baru 24 juta yang telah bersertifikat halal, sehingga ruang akselerasi masih sangat terbuka luas.
Senada dengan hal tersebut, M. Cholil Nafis dari perspektif ulama menekankan pentingnya kehati-hatian terhadap produk pangan modern. Ia menyebutkan bahwa batas antara yang halal dan syubhat kini semakin meluas. Oleh karena itu, penetapan halal harus melalui audit ketat oleh tenaga profesional dan tetap menjadi kewenangan ulama dalam sinergi bersama pemerintah.
Dukungan juga datang dari Kementerian Koperasi. Perwakilan Kemenkop, Deva Rahman, menyatakan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam rantai pasok halal, terutama dengan keberadaan puluhan ribu koperasi desa yang potensial diintegrasikan ke dalam ekosistem ini.
Sebagai lembaga pemeriksa halal pertama di Indonesia yang berdiri sejak 1988, LPPOM melalui Festival Syawal berkomitmen terus menyambungkan mata rantai halal dari hulu ke hilir. Sertifikasi halal dipandang bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun kepercayaan dan keberlanjutan usaha di pasar global.
(unt)
Lihat Juga :