Penguatan SDM Industri Sawit, Astra Agro Lestari Kolaborasi dengan Universitas Brawijaya

Jum'at, 01 Mei 2026 - 11:04 WIB
loading...
Penguatan SDM Industri...
Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Restrukturisasi Kurikulum PS S2 Entomologi Pertanian dan PS Patologi Tumbuhan 2026 yang digelar pada 29 April 2026. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Astra Agro Lestari Tbk memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) sektor kelapa sawit melalui kolaborasi dengan Universitas Brawijaya dalam penyusunan kurikulum pendidikan tinggi. Langkah ini dinilai penting untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang dan menyerap jutaan tenaga kerja.

"Perubahan kurikulum perlu menyesuaikan dengan kebutuhan industri," ujar Ketua Program Studi Entomologi Universitas Brawijaya, Akhmad Rizali dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).

Baca Juga: BPDP Dukung Hilirisasi Sawit, Gelar Simposium Strategis RI-Malaysia

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Restrukturisasi Kurikulum PS S2 Entomologi Pertanian dan PS Patologi Tumbuhan 2026” yang digelar pada 29 April 2026 di kampus Universitas Brawijaya, Malang, 29 April 2026. Forum ini mempertemukan akademisi dan pelaku industri untuk menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan lapangan.

Rizali menilai keterlibatan dunia usaha menjadi krusial dalam meningkatkan relevansi kurikulum sekaligus membuka peluang penguatan riset aplikatif. Dengan demikian, lulusan diharapkan memiliki kesiapan lebih baik dalam menghadapi tantangan dunia kerja.

Data Kementerian Pertanian menunjukkan industri kelapa sawit merupakan salah satu sektor strategis dalam penyerapan tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja di sektor ini meningkat dari sekitar 12,5 juta orang pada 2015 menjadi 16,5 juta orang pada 2024, dengan 9,7 juta di antaranya merupakan tenaga kerja langsung.



Direktur Astra Agro Lestari, Bandung Sahari, menegaskan sinergi antara industri dan akademisi menjadi kunci dalam menciptakan SDM yang kompeten dan adaptif. Menurutnya, kolaborasi ini juga penting dalam menghasilkan riset yang dapat langsung diterapkan di lapangan.

"Kolaborasi antara pelaku usaha dan universitas sangat penting, terutama dalam menghasilkan penelitian yang aplikatif, seperti pengendalian hama dan penyakit tanaman di perkebunan kelapa sawit," katanya.

Baca Juga: Punya Peran Strategis, Petani Sawit Harus Mulai Masuk ke Level Industri

Bandung menambahkan, pemahaman agroekologi menjadi aspek penting dalam pengelolaan perkebunan sawit yang memiliki kompleksitas tinggi. Oleh karena itu, kurikulum pendidikan perlu dirancang agar mampu menjawab tantangan tersebut secara komprehensif.

Selain penguatan kompetensi teknis, perusahaan juga mendorong peningkatan kemampuan non-teknis atau soft skill mahasiswa. Hal ini dinilai penting untuk membangun ekosistem sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global.

Pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan pendidikan dan penelitian di sektor perkebunan. Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat daya saing industri sawit nasional secara berkelanjutan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
10 Perusahaan Diduga...
10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara
Kolaborasi Antaranggota...
Kolaborasi Antaranggota GAPKI Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Sawit Nasional
Ketidakpastian HGU Dinilai...
Ketidakpastian HGU Dinilai Ancam Program Biodiesel B50 dan Masa Depan Industri Sawit Nasional
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
PTPN IV Manfaatkan Teknologi...
PTPN IV Manfaatkan Teknologi Satelit untuk Pengawasan Kebun Sawit
Program Sawit Dorong...
Program Sawit Dorong UMKM Desa Wisata Tanjung Lesung Lebih Produktif
Rekomendasi
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Berita Terkini
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved