Kejutan UEA Hengkang dari OPEC, Apa Dampaknya bagi Dunia?

Sabtu, 02 Mei 2026 - 10:08 WIB
loading...
A A A


Kehilangan UEA merupakan pukulan telak bagi organisasi tersebut karena negara ini merupakan anggota paling berpengaruh kedua setelah Arab Saudi. Bersama Saudi, UEA selama ini mengendalikan mayoritas kapasitas cadangan (spare capacity) dunia yang mencapai lebih dari 4 juta barel per hari untuk merespons guncangan pasokan.

Selain alasan ekonomi, faktor politik regional turut melatarbelakangi keputusan ini. Laporan menyebutkan adanya ketidakpuasan UEA terhadap negara-negara Arab lain yang dianggap tidak cukup memberikan perlindungan dari serangan Iran, serta adanya dinamika hubungan dengan Arab Saudi sebagai kekuatan dominan di OPEC.

Hengkangnya UEA diprediksi akan memberikan tekanan terhadap harga minyak dalam jangka panjang atau bersifat bearish. Tanpa ikatan kuota, UEA memiliki fleksibilitas penuh untuk meningkatkan output dan mengoptimalkan kapasitas produksinya demi investasi masa depan di sektor energi terbarukan.

Namun, sejumlah pengamat memperingatkan adanya risiko volatilitas harga yang lebih tinggi di masa depan. Pasar dikhawatirkan akan kehilangan mekanisme kontrol yang biasanya dilakukan kolektif, sehingga memicu spekulasi yang lebih tajam di tengah tensi global yang belum stabil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
Babak Baru Perang Energi:...
Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
3 Alasan Pemakaman Khamenei...
3 Alasan Pemakaman Khamenei Bisa Pecahkan Rekor Sejarah, Dihadiri 15 Juta Orang
Iran Merudal Kapal Tanker...
Iran Merudal Kapal Tanker Minyak di Selat Hormuz, Situasi Memanas Lagi
Revolusi Islam di Iran...
Revolusi Islam di Iran Akan Terus Berlanjut, Ini 3 Indikasi Utamanya
Rekomendasi
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
4 Dalih Israel Mendesak...
4 Dalih Israel Mendesak AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki, Bisa Jadi Ancaman Zionis
Audy Item Hamil Anak...
Audy Item Hamil Anak Ketiga di Usia 43 Tahun, Iko Uwais Akui Lebih Protektif
Berita Terkini
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved