Hancurkan Dominasi Arab Saudi! Ini Alasan Tersembunyi UEA Keluar dari OPEC
Minggu, 03 Mei 2026 - 18:10 WIB
loading...
A
A
A
Tekanan UEA kepada OPEC terkait pembatasan produksi, sedikit banyak memperburuk hubungannya dengan Arab Saudi , ditambah kedua negara juga bentrok dalam dukungannya terhadap pihak-pihak yang bertikai, baik di Yaman maupun Sudan
"Masalahnya bergeser dari sekadar penurunan harga jangka panjang, menjadi kemungkinan bahwa di masa depan mereka mungkin tidak bisa menjual minyak sama sekali karena Iran mengendalikan Selat Hormuz atau secara berkala menghancurkan sebagian infrastrukturnya," jelas Hanke.
Kondisi ini diperparah dengan retaknya hubungan UEA dan Arab Saudi akibat perbedaan sikap dalam konflik di Yaman, Sudan, hingga pengakuan diplomatik terhadap Somaliland dan Israel.
Adanya potensi perang harga baru jika UEA memutuskan untuk meningkatkan produksi MINYAK secara agresif guna mengamankan dana cadangan nasional mereka sebelum konflik meluas. Dengan infrastruktur yang kini terancam serangan udara, stabilitas pengiriman minyak dari Teluk ke Asia berada dalam risiko tertinggi.
“UAE sekarang memiliki insentif besar untuk memiringkan produksi minyak ke masa kini dan menjauhi masa depan,” kata Hanke.
Perang AS bersama Israel melawan Iran penuh dengan konsekuensi yang tidak terduga. Tidak ada yang lebih besar daripada kejutan pada 28 April bahwa anggota setia OPEC selama hampir 60 tahun akan pergi.
Faktor Perang Iran: Titik Didih Hubungan dengan Saudi
Meskipun UEA menyebut alasan visi strategis jangka panjang dalam siaran pers resminya, Hanke menegaskan bahwa perang dengan Iran adalah pemicu utama yang mendorong UEA keluar. Serangan drone Iran ke fasilitas kilang Ruwais dan terminal minyak Fujairah telah mengubah perhitungan risiko UEA."Masalahnya bergeser dari sekadar penurunan harga jangka panjang, menjadi kemungkinan bahwa di masa depan mereka mungkin tidak bisa menjual minyak sama sekali karena Iran mengendalikan Selat Hormuz atau secara berkala menghancurkan sebagian infrastrukturnya," jelas Hanke.
Kondisi ini diperparah dengan retaknya hubungan UEA dan Arab Saudi akibat perbedaan sikap dalam konflik di Yaman, Sudan, hingga pengakuan diplomatik terhadap Somaliland dan Israel.
Konsekuensi Tak Terduga bagi Pasar Global
Keluarnya UEA dari OPEC membuka pintu bagi negara tersebut untuk membanjiri pasar dengan minyak mentah, tanpa terikat kuota. Hal ini diprediksi akan melemahkan kekuatan Saudi, ketika Arab Saudi kehilangan sekutu paling potensialnya di kawasan Teluk dalam mengatur harga minyak dunia.Adanya potensi perang harga baru jika UEA memutuskan untuk meningkatkan produksi MINYAK secara agresif guna mengamankan dana cadangan nasional mereka sebelum konflik meluas. Dengan infrastruktur yang kini terancam serangan udara, stabilitas pengiriman minyak dari Teluk ke Asia berada dalam risiko tertinggi.
“UAE sekarang memiliki insentif besar untuk memiringkan produksi minyak ke masa kini dan menjauhi masa depan,” kata Hanke.
Perang AS bersama Israel melawan Iran penuh dengan konsekuensi yang tidak terduga. Tidak ada yang lebih besar daripada kejutan pada 28 April bahwa anggota setia OPEC selama hampir 60 tahun akan pergi.
(akr)
Lihat Juga :