Jasindo Perkuat Akses Pendidikan Inklusif di Kupang
Senin, 04 Mei 2026 - 18:41 WIB
loading...
Jasindo memperkuat akses pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas dan generasi muda di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, melalui program PEKEN Jasindo. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) memperkuat akses pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas dan generasi muda di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, melalui program PEKEN Jasindo dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Inisiatif ini mengusung tema "Katong Baku Dukung, Katong Baku Sayang" sebagai wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendekatan kolaboratif berbasis komunitas.
"Melalui PEKEN Jasindo, kami ingin memastikan bahwa akses pendidikan dapat dirasakan oleh semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung SDM unggul dan berdaya saing," ujar Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).
Baca Juga: Menag: Hardiknas Momentum Wujudkan Pendidikan Inklusif dan Berkarakter
Brellian menegaskan bahwa peringatan Hardiknas menjadi momentum krusial untuk menghadirkan keadilan akses pendidikan yang merata. Program ini dirancang untuk menyentuh langsung kebutuhan dasar pendidikan di wilayah tersebut, sehingga standar kualitas SDM di Kupang dapat terus bersaing di tingkat nasional.
Sebagai langkah nyata, Asuransi Jasindo menyalurkan berbagai bantuan pembiayaan pendukung pendidikan yang diperuntukkan bagi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dan siswa difabel. Dukungan tersebut bertujuan menunjang kelancaran kegiatan belajar mengajar serta pengembangan kapasitas tenaga pendidik di wilayah setempat.
Selain bantuan finansial, perusahaan juga memberikan dukungan teknologi berupa perangkat dan akses perpustakaan digital Pustaka Mitra Netra bagi SLB Kota Raja Kupang. Kehadiran fasilitas literasi digital ini diharapkan mampu mempermudah siswa disabilitas dalam mengakses ilmu pengetahuan secara lebih luas dan mandiri.
Sementara itu, Representative Manager Jasindo Kupang, Jerry Samuel, menjelaskan bahwa program ini juga mencakup aspek pengembangan ekonomi melalui workshop kewirausahaan dan talkshow bisnis UMKM. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi literasi asuransi dan manajemen risiko yang bertujuan untuk membuka peluang baru bagi generasi muda agar usaha lokal dapat naik kelas.
Baca Juga: Hardiknas 2026, Kemendiktisaintek Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Teknologi, dan Inovasi
Brellian menambahkan pendidikan, edukasi kewirausahaan, serta pemahaman mengenai manajemen risiko merupakan fondasi utama dalam menciptakan masa depan yang lebih baik.
"Jasindo berkomitmen untuk terus memperluas inisiatif inklusif yang berkelanjutan demi memastikan setiap anak bangsa, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang," jelas dia.
"Melalui PEKEN Jasindo, kami ingin memastikan bahwa akses pendidikan dapat dirasakan oleh semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung SDM unggul dan berdaya saing," ujar Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).
Baca Juga: Menag: Hardiknas Momentum Wujudkan Pendidikan Inklusif dan Berkarakter
Brellian menegaskan bahwa peringatan Hardiknas menjadi momentum krusial untuk menghadirkan keadilan akses pendidikan yang merata. Program ini dirancang untuk menyentuh langsung kebutuhan dasar pendidikan di wilayah tersebut, sehingga standar kualitas SDM di Kupang dapat terus bersaing di tingkat nasional.
Sebagai langkah nyata, Asuransi Jasindo menyalurkan berbagai bantuan pembiayaan pendukung pendidikan yang diperuntukkan bagi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dan siswa difabel. Dukungan tersebut bertujuan menunjang kelancaran kegiatan belajar mengajar serta pengembangan kapasitas tenaga pendidik di wilayah setempat.
Selain bantuan finansial, perusahaan juga memberikan dukungan teknologi berupa perangkat dan akses perpustakaan digital Pustaka Mitra Netra bagi SLB Kota Raja Kupang. Kehadiran fasilitas literasi digital ini diharapkan mampu mempermudah siswa disabilitas dalam mengakses ilmu pengetahuan secara lebih luas dan mandiri.
Sementara itu, Representative Manager Jasindo Kupang, Jerry Samuel, menjelaskan bahwa program ini juga mencakup aspek pengembangan ekonomi melalui workshop kewirausahaan dan talkshow bisnis UMKM. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi literasi asuransi dan manajemen risiko yang bertujuan untuk membuka peluang baru bagi generasi muda agar usaha lokal dapat naik kelas.
Baca Juga: Hardiknas 2026, Kemendiktisaintek Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Teknologi, dan Inovasi
Brellian menambahkan pendidikan, edukasi kewirausahaan, serta pemahaman mengenai manajemen risiko merupakan fondasi utama dalam menciptakan masa depan yang lebih baik.
"Jasindo berkomitmen untuk terus memperluas inisiatif inklusif yang berkelanjutan demi memastikan setiap anak bangsa, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang," jelas dia.
(nng)
Lihat Juga :