Akuntabilitas Jadi Kunci Keberlanjutan Industri Fintech

Selasa, 05 Mei 2026 - 14:32 WIB
loading...
Akuntabilitas Jadi Kunci...
Industri financial technology (fintech) Indonesia memasuki fase baru yang ditandai dengan meningkatnya tuntutan akuntabilitas. FOTO/Ist
A A A
JAKARTA - Industri financial technology (fintech) Indonesia memasuki fase baru yang ditandai dengan meningkatnya tuntutan akuntabilitas sebagai faktor utama keberlangsungan bisnis. Perubahan ini menandai pergeseran dari era inovasi dan ekspansi agresif menuju penguatan tata kelola, transparansi, dan kepatuhan regulasi.

"Fintech Indonesia sudah melewati fase disrupsi dan adopsi. Sekarang masuk fase akuntabilitas," kata Arfan Wiraguna, akademisi keuangan Universitas Prasetiya Mulya, dalam kajiannya bertajuk 'Dari Disrupsi ke Adopsi: Talent FinTech yang Compliance-Ready' dikutip, Selasa (5/5/2026).

Baca Juga: Setoran Pajak Digital Awal 2026 Sentuh Rp50 Triliun, Segini Kontribusi Kripto hingga Fintech

Menurut Arfan, sistem pembayaran digital seperti QRIS dan BI-FAST telah bertransformasi dari sekadar inovasi menjadi infrastruktur dasar dalam ekosistem ekonomi digital. Masyarakat kini terbiasa dengan transaksi instan yang cepat dan tanpa hambatan.

Namun, kemudahan tersebut juga diiringi dengan meningkatnya kompleksitas sistem, risiko fraud, serta tuntutan tata kelola yang lebih kuat. Kondisi ini mendorong pelaku industri untuk tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada pengelolaan risiko yang lebih disiplin.

Pengetatan regulasi turut mengubah arah industri, terutama pada sektor Buy Now Pay Later (BNPL). Model bisnis yang sebelumnya mengedepankan ekspansi kini dituntut lebih selektif, dengan fokus pada kualitas aset, transparansi, dan perlindungan konsumen.



Dalam konteks ini, strategi “growth at all costs” dinilai tidak lagi relevan. Perusahaan fintech harus mampu menyeimbangkan pertumbuhan dengan kepatuhan terhadap regulasi yang semakin ketat. Di sisi lain, adopsi teknologi seperti artificial intelligence (AI) dan generative AI (GenAI) terus meningkat dan kini digunakan dalam proses penting seperti penilaian kredit dan deteksi fraud.

"AI di fintech bukan lagi sekadar alat efisiensi. Ia sudah masuk ke wilayah pengambilan keputusan. Karena itu, setiap model harus bisa dijelaskan, diaudit, dan dipertanggungjawabkan," ujar Arfan.

Baca Juga: Inovasi Teknologi Finansial Berkembang, KrediOne Tekankan Literasi

Ia menambahkan, tanpa pengawasan memadai, termasuk penerapan mekanisme human-in-the-loop, penggunaan AI berpotensi menimbulkan risiko baru yang bersifat sistemik.
Perubahan lanskap ini juga mendorong kebutuhan talenta baru yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memahami aspek kepatuhan. Industri kini membutuhkan talenta multidisiplin yang mampu menggabungkan keahlian teknologi, analisis data, serta pemahaman regulasi.

Arfan menegaskan, masa eksperimen dalam industri fintech telah berakhir dan kini memasuki tahap pembuktian. Keunggulan tidak lagi ditentukan oleh kecepatan inovasi semata, melainkan oleh kemampuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan tanggung jawab.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Literasi lewat...
Perkuat Literasi lewat Pojok Baca di SD Muhammadiyah Worawari dan Edukasi Keuangan Bagi Mahasiswa
Fintech Makin Dekat...
Fintech Makin Dekat dengan Gen Z, OVO Dorong Mahasiswa Lebih Cerdas Kelola Keuangan
Setoran Pajak Digital...
Setoran Pajak Digital Awal 2026 Sentuh Rp50 Triliun, Segini Kontribusi Kripto hingga Fintech
Pasar Aset Digital Paling...
Pasar Aset Digital Paling Dinamis di Asia, 2 Investor Global Tanam Investasi di CAEX Vietnam
Empat Tahun Berturut-turut,...
Empat Tahun Berturut-turut, Bibit.id Raih Penghargaan Kemenkeu
Ramadan Dorong Konsumsi,...
Ramadan Dorong Konsumsi, Transaksi Belanja Online Naik lewat Flip Deals
Kala Nelayan Perempuan...
Kala Nelayan Perempuan di Sumba Go Digital, Buktikan Perempuan Bisa Berdaya 
Perang Fintech 2026...
Perang Fintech 2026 Makin Panas: DOKU dan 2C2P Buka Jalur Tol Pembayaran Lintas Negara
Di WEF 2026, Dirut BRI...
Di WEF 2026, Dirut BRI Ungkap Peluang Akselerasi Bisnis Fintech di Indonesia
Rekomendasi
KPK: OTT di BPK Terkait...
KPK: OTT di BPK Terkait Temuan Pengadaan Smart TV di Muara Enim
DPRD Kota Tangerang...
DPRD Kota Tangerang Matangkan Raperda Penyelenggaraan Transportasi
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved