Rupiah Ambruk ke Rp17.424 per Dolar AS, Sentimen Pertumbuhan Ekonomi Belum Terasa
Selasa, 05 Mei 2026 - 17:15 WIB
loading...
A
A
A
Militer AS mengatakan telah mulai mengawal kapal-kapal melalui selat tersebut di bawah inisiatif ini, dengan pasukan Amerika secara aktif berupaya untuk membangun kembali jalur pelayaran komersial.
Para analis mencatat bahwa meskipun "Proyek Kebebasan" dapat meringankan beberapa hambatan logistik, proyek ini tidak banyak menyelesaikan konflik geopolitik yang mendasar, sehingga pasar minyak tetap sangat sensitif terhadap perkembangan militer lebih lanjut.
Baca Juga: Rupiah Babak Belur Tembus Rp17.401 per Dolar AS Pagi Ini
Sementara itu Guncangan energi yang terjadi menambah tekanan pada bank sentral, khususnya Federal Reserve (Fed), untuk mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, atau bahkan memperketat kebijakan jika tekanan inflasi meningkat. Hal ini mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi, sehingga menekan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Dari sentimen domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61% secara tahunan (YoY) pada kuartal I 2026. Besaran Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal IV tahun lalu atas dasar harga berlaku Rp6.187,2 triliun dan atas dasar harga konstan senilai Rp3.447,7 triliun.
Sehingga pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 apabila dibandingkan dengan kuartal I 2025 (YoY) tumbuh 5,61 persen.
Lihat Juga :