Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Perempuan Pengusaha Tekankan Kolaborasi
Selasa, 05 Mei 2026 - 19:25 WIB
loading...
A
A
A
Ketiganya sudah lebih dari 2 dekade menggeluti dunia bisnis dan dikenal pembelajar yang berani menimba ilmu dari mentor-mentor berkelas internasional. Baca Juga: Pembiayaan BRI Dukung Ernawati Jadi Pengusaha Sukses dan Berdayakan Kaum Perempuan
Ailing, penulis buku “Life is a gift” yang mengembangkan jaringan bisnisnya lintas benua menekankan “Krisis global bukan sesuatu yang harus ditakuti, tetapi dipahami. Di setiap ketidakpastian, selalu ada ruang untuk bertumbuh bagi mereka yang mampu melihat peluang dengan cara yang berbeda”.
Ia menambahkan, kekuatan utama dalam menghadapi tekanan justru bersumber dari dalam diri. “Sering kali kita mencari jawaban ke luar, padahal kekuatan terbesar ada di dalam diri. Ketika seseorang memiliki kejelasan dan keberanian untuk melangkah, krisis justru dapat menjadi titik awal perubahan.”
Sementara itu, Esra Manurung, penulis buku “From Poverty to Wealth” menyoroti pentingnya transformasi mental dari kemauan menimba pengetahuan dari buku, seminar dan mentor-mentor bisnis terbaik.
“Transformasi tidak selalu nyaman, tapi justru dari sana lahir pemimpin tangguh, visioner, bisa menyesuaikan diri. Mental tidak boleh kalah dalam krisis dan tetap bergerak maju meskipun situasi tidak ideal,” katanya.
Dari sisi keuangan, Lanny Sutiarto, pebisnis, mentor di bidang kesehatan dan keuangan menegaskan, bahwa ketidakpastian global memperkuat urgensi kemandirian finansial, khususnya bagi perempuan. “Kemandirian finansial bukan hanya kemampuan menghasilkan, tapi tentang kebijaksanaan menata keuangan. Dalam situasi global yang tidak pasti, kemampuan ini semakin penting,” ujarnya.
Nara sumber utama, dalam Prosperitie volume 4 kali ini adalah Eksekutif senior di sektor energi Erita Yohan, menegaskan, “krisis global justru membuka berbagai peluang, khususnya bagi perempuan yang mampu beradaptasi dengan cepat.
Di tengah,tekanan ekonomi dunia, ia melihat pergeseran besar pada sektorpangan sehat, kesehatan dan wellness, energi, serta ekonomidigital sebagai ruang pertumbuhan yang semakin relevan. “Bukan yang paling kuat yang bertahan, tetapi yang paling cepat beradaptasi. Di balik krisis, selalu ada peluang tersembunyi yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Ailing, penulis buku “Life is a gift” yang mengembangkan jaringan bisnisnya lintas benua menekankan “Krisis global bukan sesuatu yang harus ditakuti, tetapi dipahami. Di setiap ketidakpastian, selalu ada ruang untuk bertumbuh bagi mereka yang mampu melihat peluang dengan cara yang berbeda”.
Ia menambahkan, kekuatan utama dalam menghadapi tekanan justru bersumber dari dalam diri. “Sering kali kita mencari jawaban ke luar, padahal kekuatan terbesar ada di dalam diri. Ketika seseorang memiliki kejelasan dan keberanian untuk melangkah, krisis justru dapat menjadi titik awal perubahan.”
Sementara itu, Esra Manurung, penulis buku “From Poverty to Wealth” menyoroti pentingnya transformasi mental dari kemauan menimba pengetahuan dari buku, seminar dan mentor-mentor bisnis terbaik.
“Transformasi tidak selalu nyaman, tapi justru dari sana lahir pemimpin tangguh, visioner, bisa menyesuaikan diri. Mental tidak boleh kalah dalam krisis dan tetap bergerak maju meskipun situasi tidak ideal,” katanya.
Dari sisi keuangan, Lanny Sutiarto, pebisnis, mentor di bidang kesehatan dan keuangan menegaskan, bahwa ketidakpastian global memperkuat urgensi kemandirian finansial, khususnya bagi perempuan. “Kemandirian finansial bukan hanya kemampuan menghasilkan, tapi tentang kebijaksanaan menata keuangan. Dalam situasi global yang tidak pasti, kemampuan ini semakin penting,” ujarnya.
Nara sumber utama, dalam Prosperitie volume 4 kali ini adalah Eksekutif senior di sektor energi Erita Yohan, menegaskan, “krisis global justru membuka berbagai peluang, khususnya bagi perempuan yang mampu beradaptasi dengan cepat.
Di tengah,tekanan ekonomi dunia, ia melihat pergeseran besar pada sektorpangan sehat, kesehatan dan wellness, energi, serta ekonomidigital sebagai ruang pertumbuhan yang semakin relevan. “Bukan yang paling kuat yang bertahan, tetapi yang paling cepat beradaptasi. Di balik krisis, selalu ada peluang tersembunyi yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Lihat Juga :