Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Perempuan Pengusaha Tekankan Kolaborasi
Selasa, 05 Mei 2026 - 19:25 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Erita, perempuan memiliki keunggulan alami seperti kemampuan multitasking, ketelitian, dan intuisi yang kuat, yang menjadi modal penting dalam menghadapi ketidakpastian. Meski demikian, tantangan seperti kepercayaan diri, tekanan sosial, dan keterbatasan akses masih menjadi hambatan yang perlu diatasi.
Ia menekankan, bahwa kemandirian dapat dimulai dari langkah sederhana, termasuk membangun bisnis berbasis rumah tangga, memanfaatkan platform digital, hingga mengembangkan keterampilan seperti komunikasi, digital skill, dan mindset yang adaptif.
Lebih lanjut, profesional yang banyak menangani berbagai project LNG, strategi korporasi, akusisi dan eksekusi proyek inimengajak perempuan untuk tidak menunggu kondisi sempurna untuk memulai. Ia menilai banyak peluang usaha yang dapat dijalankan dengan modal terbatas, mulai dari bisnis kuliner rumahan, edukasi online, hingga reseller dan konten digital.
“Tidak harus besar dan tidak harus langsung sempurna. Yang penting mulai dari apa yang ada, kelola dengan disiplin, dan terus belajar. Dalam situasi krisis, mereka yang bergerak lebih cepat akan memiliki peluang lebih besar untuk bertumbuh,” kata Erita
Para pembicara lainnya juga sepakat bahwa kondisi global saat ini menjadi momentum refleksi bagi individu maupun organisasi untuk kembali pada nilai dan tujuan jangka panjang. Dari sana, langkah yang lebih kuat dan bermakna dapat dibangun untuk menghadapi masa depan.
Dhanavinya yang didirikan April 2025, mendorong lahirnya perspektif baru bahwa di tengah perlambatan ekonomi, tekanan inflasi, dan ketidakpastian global, perempuan memiliki peran strategis sebagai agen perubahan-tidak hanya untuk bertahan, tetapi juga untuk memimpin dan menciptakan peluang baru.
Ia menekankan, bahwa kemandirian dapat dimulai dari langkah sederhana, termasuk membangun bisnis berbasis rumah tangga, memanfaatkan platform digital, hingga mengembangkan keterampilan seperti komunikasi, digital skill, dan mindset yang adaptif.
Lebih lanjut, profesional yang banyak menangani berbagai project LNG, strategi korporasi, akusisi dan eksekusi proyek inimengajak perempuan untuk tidak menunggu kondisi sempurna untuk memulai. Ia menilai banyak peluang usaha yang dapat dijalankan dengan modal terbatas, mulai dari bisnis kuliner rumahan, edukasi online, hingga reseller dan konten digital.
“Tidak harus besar dan tidak harus langsung sempurna. Yang penting mulai dari apa yang ada, kelola dengan disiplin, dan terus belajar. Dalam situasi krisis, mereka yang bergerak lebih cepat akan memiliki peluang lebih besar untuk bertumbuh,” kata Erita
Para pembicara lainnya juga sepakat bahwa kondisi global saat ini menjadi momentum refleksi bagi individu maupun organisasi untuk kembali pada nilai dan tujuan jangka panjang. Dari sana, langkah yang lebih kuat dan bermakna dapat dibangun untuk menghadapi masa depan.
Dhanavinya yang didirikan April 2025, mendorong lahirnya perspektif baru bahwa di tengah perlambatan ekonomi, tekanan inflasi, dan ketidakpastian global, perempuan memiliki peran strategis sebagai agen perubahan-tidak hanya untuk bertahan, tetapi juga untuk memimpin dan menciptakan peluang baru.
(akr)
Lihat Juga :