Bitcoin Tembus USD80.000, Didorong Arus ETF dan Sentimen Global
Selasa, 05 Mei 2026 - 20:17 WIB
loading...
Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat dan menembus level USD80.000 pada Selasa (5/5/2026). FOTO/iStock
A
A
A
JAKARTA - Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat dan menembus level USD80.000 pada Selasa, sekaligus mencatat posisi tertinggi dalam tiga bulan terakhir sejak Januari. Kenaikan ini didorong oleh arus masuk dana institusional melalui exchange-traded fund (ETF) serta sentimen global.
"Bitcoin saat ini berada dalam posisi yang unik karena mendapatkan dorongan dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, ia bergerak mengikuti sentimen pasar global, namun di sisi lain juga mulai dipertimbangkan sebagai alternatif di tengah ketidakpastian geopolitik," ujar Vice President Indodax Antony Kusuma seperti dikutip, Selasa (5/5/2026).
Baca Juga: Bitcoin Rebound Dekati USD79.500, Momentum Positif di Tengah Gejolak Geopolitik
Dalam satu hari perdagangan, arus masuk dana ke ETF Bitcoin tercatat mencapai sekitar USD625 juta. Selain itu, volume perdagangan harian Bitcoin juga melonjak hingga sekitar USD48 miliar, mencerminkan meningkatnya aktivitas pasar.
Penguatan ini turut dipengaruhi oleh meningkatnya minat terhadap aset berisiko di tengah membaiknya likuiditas pasar kripto. Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik global mendorong investor mencari alternatif aset di luar sistem keuangan tradisional.
Data CoinMarketCap menunjukkan total aset dalam ETF Bitcoin kini berada di kisaran USD105 miliar. Hal ini mencerminkan meningkatnya partisipasi investor institusional yang menjadi salah satu penopang utama pergerakan harga.
Baca Juga: Harga Bitcoin Naik ke Rp1,6 Miliar, Data Inflasi AS Redam Kekhawatiran Pasar Kripto
Menurut Antony, tren penguatan ini mulai mencerminkan kecenderungan bullish, meskipun masih berada dalam fase yang perlu dicermati secara hati-hati. Dukungan dari arus dana institusional dan sentimen global dinilai menjaga minat terhadap Bitcoin tetap kuat.
Namun demikian, keberlanjutan momentum tersebut sangat bergantung pada konsistensi likuiditas pasar serta perkembangan faktor eksternal, termasuk kondisi makroekonomi dan dinamika geopolitik. Volatilitas tetap menjadi karakter utama aset kripto yang perlu diperhatikan investor.
Sebagai platform perdagangan aset kripto, Indodax berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang aman dan transparan, serta mendorong edukasi kepada masyarakat agar dapat memahami risiko dan peluang investasi kripto secara lebih bijak.
"Bitcoin saat ini berada dalam posisi yang unik karena mendapatkan dorongan dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, ia bergerak mengikuti sentimen pasar global, namun di sisi lain juga mulai dipertimbangkan sebagai alternatif di tengah ketidakpastian geopolitik," ujar Vice President Indodax Antony Kusuma seperti dikutip, Selasa (5/5/2026).
Baca Juga: Bitcoin Rebound Dekati USD79.500, Momentum Positif di Tengah Gejolak Geopolitik
Dalam satu hari perdagangan, arus masuk dana ke ETF Bitcoin tercatat mencapai sekitar USD625 juta. Selain itu, volume perdagangan harian Bitcoin juga melonjak hingga sekitar USD48 miliar, mencerminkan meningkatnya aktivitas pasar.
Penguatan ini turut dipengaruhi oleh meningkatnya minat terhadap aset berisiko di tengah membaiknya likuiditas pasar kripto. Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik global mendorong investor mencari alternatif aset di luar sistem keuangan tradisional.
Data CoinMarketCap menunjukkan total aset dalam ETF Bitcoin kini berada di kisaran USD105 miliar. Hal ini mencerminkan meningkatnya partisipasi investor institusional yang menjadi salah satu penopang utama pergerakan harga.
Baca Juga: Harga Bitcoin Naik ke Rp1,6 Miliar, Data Inflasi AS Redam Kekhawatiran Pasar Kripto
Menurut Antony, tren penguatan ini mulai mencerminkan kecenderungan bullish, meskipun masih berada dalam fase yang perlu dicermati secara hati-hati. Dukungan dari arus dana institusional dan sentimen global dinilai menjaga minat terhadap Bitcoin tetap kuat.
Namun demikian, keberlanjutan momentum tersebut sangat bergantung pada konsistensi likuiditas pasar serta perkembangan faktor eksternal, termasuk kondisi makroekonomi dan dinamika geopolitik. Volatilitas tetap menjadi karakter utama aset kripto yang perlu diperhatikan investor.
Sebagai platform perdagangan aset kripto, Indodax berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang aman dan transparan, serta mendorong edukasi kepada masyarakat agar dapat memahami risiko dan peluang investasi kripto secara lebih bijak.
(nng)
Lihat Juga :