Geger Selat Hormuz, Pasokan Bahan Bakar Jet Global Terancam
Rabu, 06 Mei 2026 - 14:45 WIB
loading...
A
A
A
Keterbatasan juga terjadi pada fleksibilitas bahan baku. Spesifikasi Jet A-1 yang ketat membuat kilang tidak dapat dengan mudah mengganti jenis minyak mentah tanpa penyesuaian teknis, sementara proses pemeliharaan kilang bisa memakan waktu hingga enam minggu dan restart penuh hingga 12 minggu.
Di tengah tekanan tersebut, Uni Eropa tengah mempertimbangkan impor bahan bakar Jet A sebagai langkah darurat, meski opsi ini masih terkendala regulasi. Secara keseluruhan, stok global bahan bakar jet tercatat sekitar 7 juta barel di bawah rata-rata lima tahun, dengan wilayah ARA menyentuh level terendah dalam enam tahun terakhir.
Baca Juga: Minyak Rusia 150 Juta Barel Sebentar Lagi Masuk Indonesia, 100 Juta Barel Harga Khusus
Kawasan Timur Tengah, di luar Iran, hanya memiliki cadangan sekitar 18 hari, menjadikannya wilayah paling rentan terhadap gangguan pasokan. Sementara itu, Eropa masih menghadapi keterbatasan kapasitas pengolahan yang membuatnya sulit menutup kekurangan secara mandiri.
Di sisi lain, cadangan strategis global umumnya hanya menyimpan minyak mentah, bukan produk olahan seperti avtur. Meski stok di kawasan OECD Amerika meningkat, pasokan tersebut lebih difokuskan untuk kebutuhan domestik, sementara Asia tetap bergantung pada pasokan minyak mentah dari Teluk dengan kontribusi sekitar setengah kebutuhan kilang regional.
Di tengah tekanan tersebut, Uni Eropa tengah mempertimbangkan impor bahan bakar Jet A sebagai langkah darurat, meski opsi ini masih terkendala regulasi. Secara keseluruhan, stok global bahan bakar jet tercatat sekitar 7 juta barel di bawah rata-rata lima tahun, dengan wilayah ARA menyentuh level terendah dalam enam tahun terakhir.
Baca Juga: Minyak Rusia 150 Juta Barel Sebentar Lagi Masuk Indonesia, 100 Juta Barel Harga Khusus
Kawasan Timur Tengah, di luar Iran, hanya memiliki cadangan sekitar 18 hari, menjadikannya wilayah paling rentan terhadap gangguan pasokan. Sementara itu, Eropa masih menghadapi keterbatasan kapasitas pengolahan yang membuatnya sulit menutup kekurangan secara mandiri.
Di sisi lain, cadangan strategis global umumnya hanya menyimpan minyak mentah, bukan produk olahan seperti avtur. Meski stok di kawasan OECD Amerika meningkat, pasokan tersebut lebih difokuskan untuk kebutuhan domestik, sementara Asia tetap bergantung pada pasokan minyak mentah dari Teluk dengan kontribusi sekitar setengah kebutuhan kilang regional.
(nng)
Lihat Juga :