OPEC Belum Tamat usai Ditinggal UEA, 7 Raksasa Minyak Geber Produksi 188.000 Barel/Hari
Rabu, 06 Mei 2026 - 16:10 WIB
loading...
A
A
A
Meski ada kenaikan kuota, para analis menyebut langkah ini masih bersifat simbolis. Masalah utamanya bukan pada berapa banyak yang diproduksi, melainkan "bagaimana mengirimkannya".
Konflik Iran telah menyebabkan penutupan Selat Hormuz, jalur nadi yang biasanya menangani seperlima perdagangan energi global. Dampak dari blokade Selat Hormuz sangat ngeri. Baca Juga: Kejutan UEA Hengkang dari OPEC, Apa Dampaknya bagi Dunia?
Dimana total produksi anggota OPEC pada Maret rata-rata hanya 35,06 juta bpd, anjlok drastis sebanyak 7,7 juta bpd dibandingkan bulan Februari. Selain itu negara-negara kunci seperti Arab Saudi, Irak, dan Kuwait kesulitan mengirimkan minyak mereka ke pasar global akibat blokade dan perang.
"Rusia tidak memiliki niat untuk meninggalkan kelompok ini. Tidak ada alasan untuk menganggap langkah UEA sebagai tanda berakhirnya OPEC," tegas Peskov.
Pernyataan ini sekaligus mendinginkan spekulasi pasar mengenai potensi disintegrasi aliansi antara produsen minyak Timur Tengah dan Rusia.
Konflik Iran telah menyebabkan penutupan Selat Hormuz, jalur nadi yang biasanya menangani seperlima perdagangan energi global. Dampak dari blokade Selat Hormuz sangat ngeri. Baca Juga: Kejutan UEA Hengkang dari OPEC, Apa Dampaknya bagi Dunia?
Dimana total produksi anggota OPEC pada Maret rata-rata hanya 35,06 juta bpd, anjlok drastis sebanyak 7,7 juta bpd dibandingkan bulan Februari. Selain itu negara-negara kunci seperti Arab Saudi, Irak, dan Kuwait kesulitan mengirimkan minyak mereka ke pasar global akibat blokade dan perang.
Rusia Pasang Badan: OPEC Belum Akan Tamat
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov menyatakan, bahwa Moskow sangat menghormati keputusan "berdaulat" UEA. Namun, ia dengan tegas menepis spekulasi bahwa aliansi ini akan bubar."Rusia tidak memiliki niat untuk meninggalkan kelompok ini. Tidak ada alasan untuk menganggap langkah UEA sebagai tanda berakhirnya OPEC," tegas Peskov.
Pernyataan ini sekaligus mendinginkan spekulasi pasar mengenai potensi disintegrasi aliansi antara produsen minyak Timur Tengah dan Rusia.
(akr)
Lihat Juga :