Nasabah BCA Kini Bisa Transaksi Menggunakan QRIS di China
Rabu, 06 Mei 2026 - 19:27 WIB
loading...
BCA mendukung implementasi QRIS Cross Border di China melalui aplikasi myBCA dan BCA mobile. Melalui skema ini, masyarakat dapat bertransaksi antarnegara secara praktis tanpa perlu menukarkan uang tunai. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Nasabah PT Bank Central Asia Tbk ( BCA ) kini semakin mudah bertransaksi dengan Quick Response Code Indonesian Standard ( QRIS ) Cross Border di China. Layanan ini bisa dilakukan melalui aplikasi myBCA dan BCA mobile.
Dukungan ini memungkinkan masyarakat Indonesia bertransaksi di Cina menggunakan QRIS, dan seluruh turis dari China menggunakan QR di merchant yang memiliki QRIS BCA di Indonesia. Hal ini mempertegas komitmen BCA menghadirkan ekosistem pembayaran digital yang aman, mudah, dan efisien bagi pengguna saat bertransaksi di luar negeri maupun menerima pembayaran dari turis mancanegara. Baca juga: Indonesia dan China Lanjutkan Dedolarisasi, QRIS Kedua Negara Sudah Saling Terhubung
Implementasi QRIS Cross Border Indonesia-China merupakan inovasi strategis yang diinisiasi Bank Indonesia untuk memperkuat konektivitas sistem pembayaran regional, sekaligus memperluas penggunaan transaksi berbasis mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT).
Melalui skema ini, masyarakat dapat bertransaksi antarnegara secara praktis tanpa perlu menukarkan uang tunai. Langkah ini juga mampu meminimalkan risiko volatilitas nilai tukar serta mendorong arus perdagangan dan investasi lebih efisien antarnegara.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan, BCA terus mendukung berbagai inovasi sistem pembayaran dari Bank Indonesia. Termasuk pengembangan QRIS Cross Border di berbagai negara.
“BCA menyambut baik implementasi QRIS Cross Border Indonesia-China sebagai bagian transformasi digital sistem pembayaran nasional. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi nasabah dalam bertransaksi di luar negeri, sekaligus membuka peluang bagi merchant menerima transaksi dari turis mancanegara serta memperkuat konektivitas ekonomi dan pariwisata antara Indonesia dan China,” katanya, Rabu (6/5/2026).
Saat ini, layanan QRIS Cross Border dapat digunakan masyarakat Indonesia untuk bertransaksi di enam negara, yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, serta China. Para turis dari enam negara tersebut juga dapat menggunakan sistem pembayaran via QR di Indonesia, dengan cara memindai kode QR dari mesin EDC BCA.
Hingga kuartal I 2026, total frekuensi transaksi QRIS Cross Border yang diproses sistem BCA meningkat 355% dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, nilai transaksi tercatat meningkat 318% YoY. Baca juga: BCA Dukung Implementasi QRIS Cross Border di Korea Selatan
Nasabah BCA dapat memanfaatkan layanan QRIS Cross Border melalui aplikasi myBCA maupun BCA mobile dengan langkah mudah berikut:
1. Buka aplikasi myBCA atau BCA mobile
2. Pilih fitur QRIS / scan QR
3. Scan kode QR di merchant luar negeri yang mendukung QRIS
4. Nominal transaksi akan otomatis dikonversi ke rupiah
5. Konfirmasi pembayaran menggunakan PIN
“Melalui dukungan terhadap implementasi QRIS Cross Border, BCA berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi pembayaran digital yang relevan dengan kebutuhan nasabah dan mendukung penguatan ekosistem transaksi digital lintas negara,” tambah Hendra Lembong.
Dukungan ini memungkinkan masyarakat Indonesia bertransaksi di Cina menggunakan QRIS, dan seluruh turis dari China menggunakan QR di merchant yang memiliki QRIS BCA di Indonesia. Hal ini mempertegas komitmen BCA menghadirkan ekosistem pembayaran digital yang aman, mudah, dan efisien bagi pengguna saat bertransaksi di luar negeri maupun menerima pembayaran dari turis mancanegara. Baca juga: Indonesia dan China Lanjutkan Dedolarisasi, QRIS Kedua Negara Sudah Saling Terhubung
Implementasi QRIS Cross Border Indonesia-China merupakan inovasi strategis yang diinisiasi Bank Indonesia untuk memperkuat konektivitas sistem pembayaran regional, sekaligus memperluas penggunaan transaksi berbasis mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT).
Melalui skema ini, masyarakat dapat bertransaksi antarnegara secara praktis tanpa perlu menukarkan uang tunai. Langkah ini juga mampu meminimalkan risiko volatilitas nilai tukar serta mendorong arus perdagangan dan investasi lebih efisien antarnegara.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan, BCA terus mendukung berbagai inovasi sistem pembayaran dari Bank Indonesia. Termasuk pengembangan QRIS Cross Border di berbagai negara.
“BCA menyambut baik implementasi QRIS Cross Border Indonesia-China sebagai bagian transformasi digital sistem pembayaran nasional. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi nasabah dalam bertransaksi di luar negeri, sekaligus membuka peluang bagi merchant menerima transaksi dari turis mancanegara serta memperkuat konektivitas ekonomi dan pariwisata antara Indonesia dan China,” katanya, Rabu (6/5/2026).
Saat ini, layanan QRIS Cross Border dapat digunakan masyarakat Indonesia untuk bertransaksi di enam negara, yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, serta China. Para turis dari enam negara tersebut juga dapat menggunakan sistem pembayaran via QR di Indonesia, dengan cara memindai kode QR dari mesin EDC BCA.
Hingga kuartal I 2026, total frekuensi transaksi QRIS Cross Border yang diproses sistem BCA meningkat 355% dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, nilai transaksi tercatat meningkat 318% YoY. Baca juga: BCA Dukung Implementasi QRIS Cross Border di Korea Selatan
Nasabah BCA dapat memanfaatkan layanan QRIS Cross Border melalui aplikasi myBCA maupun BCA mobile dengan langkah mudah berikut:
1. Buka aplikasi myBCA atau BCA mobile
2. Pilih fitur QRIS / scan QR
3. Scan kode QR di merchant luar negeri yang mendukung QRIS
4. Nominal transaksi akan otomatis dikonversi ke rupiah
5. Konfirmasi pembayaran menggunakan PIN
“Melalui dukungan terhadap implementasi QRIS Cross Border, BCA berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi pembayaran digital yang relevan dengan kebutuhan nasabah dan mendukung penguatan ekosistem transaksi digital lintas negara,” tambah Hendra Lembong.
(poe)
Lihat Juga :