Menhub Pastikan Proyek Bandara dan Pelabuhan di Labuan Bajo Tetap Berjalan
Minggu, 20 September 2020 - 16:35 WIB
loading...
A
A
A
Menhub menambahkan, proyek pembangunan bandara dan pelabuhan ini juga sejalan dengan program padat karya yang dapat menyerap tenaga kerja dari daerah. "Selain itu, proyek pembangunan bandara dan pelabuhan Labuan Bajo sudah dikoordinasikan dengan kementerian/lembaga terkait seperti Kementerian PUPR, Kemenpar, dan pemerintah daerah terkait dengan kesiapan konektivitas antara simpul transportasi dengan area pariwisata," katanya.
Dalam tinjauannya di Bandara Komodo, Menhub mengecek seluruh area dari mulai keberangkatan, kedatangan, ruang tunggu, hingga runway. Adapun progres pengembangan Bandara Komodo saat ini yang dilakukan oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) yaitu pemotongan bukit, pembebasan lahan yang sudah mencapai tahap akhir serta perpanjangan runway 200 x 45 m dari semula 2.250 m akan menjadi 2.750 m.
Begitupun dengan Pelabuhan Multipurpose yang dibangun untuk melayani kapal curah air dan peti kemas dengan bobot 5000-10.000 DWT dengan luas pelabuhan lebih dari 6 hektare, dirinya mengecek ke seluruh area pembangunan.
Menhub Budi menyatakan bahwa pelabuhan ini dibangun untuk mengoptimalkan pergerakan logistik di Labuan Bajo sehingga pendistribusiannya bisa berjalan lebih cepat dan lancar. Selain itu juga Menhub Berharap pembangunan tersebut dapat dipercepat sehingga selesai tepat waktu.
(Baca Juga: Canggih! Digitalisasi Labuan Bajo, Turis Wajib Daftar Online dan CCTV Dipasang di Berbagai Penjuru)
Dalam tinjauannya di Bandara Komodo, Menhub mengecek seluruh area dari mulai keberangkatan, kedatangan, ruang tunggu, hingga runway. Adapun progres pengembangan Bandara Komodo saat ini yang dilakukan oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) yaitu pemotongan bukit, pembebasan lahan yang sudah mencapai tahap akhir serta perpanjangan runway 200 x 45 m dari semula 2.250 m akan menjadi 2.750 m.
Begitupun dengan Pelabuhan Multipurpose yang dibangun untuk melayani kapal curah air dan peti kemas dengan bobot 5000-10.000 DWT dengan luas pelabuhan lebih dari 6 hektare, dirinya mengecek ke seluruh area pembangunan.
Menhub Budi menyatakan bahwa pelabuhan ini dibangun untuk mengoptimalkan pergerakan logistik di Labuan Bajo sehingga pendistribusiannya bisa berjalan lebih cepat dan lancar. Selain itu juga Menhub Berharap pembangunan tersebut dapat dipercepat sehingga selesai tepat waktu.
(Baca Juga: Canggih! Digitalisasi Labuan Bajo, Turis Wajib Daftar Online dan CCTV Dipasang di Berbagai Penjuru)
Lihat Juga :