Perkuat Transformasi Bisnis Berbasis AI, Perubahan Besar Dunia Advertising

Senin, 11 Mei 2026 - 17:42 WIB
loading...
Perkuat Transformasi...
Gelombang transformasi digital kian mengubah wajah industri advertising di Indonesia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Gelombang transformasi digital kian mengubah wajah industri advertising di Indonesia. Di tengah tuntutan bisnis yang kini mengedepankan hasil nyata, strategi advertising tak lagi cukup hanya menciptakan eksposur, melainkan dituntut mampu menghadirkan konversi yang berujung pada pertumbuhan pendapatan.

Di tengah pergeseran ini, Laode Hartanto, eksekutif dengan pengalaman lebih dari satu dekade di perusahaan global seperti Gojek, Emtek Group, Facebook, dan dentsu Indonesia, resmi bergabung dengan Cekat.AI sebagai Chief Growth Officer.

Selama berkarier di berbagai perusahaan multinasional, Laode berperan dalam membangun dan mengelola strategi pertumbuhan berbasis advertising, media, data, dan teknologi. Ia terlibat dalam mengoptimalkan performa marketing, mengelola skala distribusi, hingga merancang transformasi digital untuk berbagai brand besar.

Perkuat Transformasi Bisnis Berbasis AI, Perubahan Besar Dunia Advertising


Namun dalam praktiknya, ia melihat satu tantangan utama yang semakin nyata: banyak bisnis masih memisahkan aktivitas advertising sebagai pendorong demand dengan sistem operasional yang bertanggung jawab untuk menangkap dan mengonversi demand tersebut. Akibatnya sebagian besar potensi revenue hilang di tengah perjalanan customer journey.

Baca Juga: Mendorong Akselerasi Adopsi AI bagi Lintas Industri

Di era saat ini, pertumbuhan tidak lagi ditentukan oleh seberapa besar reach yang dihasilkan, tetapi oleh seberapa efektif setiap interaksi dapat dikelola, direspons, dan dikonversi secara real-time.

Masuknya Laode ini menjadi langkah strategis untuk menjembatani gap tersebut yang memungkinkan bisnis mengotomatisasi dan mengelola interaksi pelanggan secara omnichannel, mulai dari WhatsApp, Instagram, TikTok, hingga Telegram, dengan respons yang kontekstual, adaptif, dan berjalan 24/7.

Lebih dari sekadar automation, Cekat.AI dirancang sebagai revenue engine, sebuah layer baru dalam operasional bisnis yang menghubungkan aktivitas advertising, customer engagement, hingga conversion dalam satu sistem terintegrasi.

Dengan semakin kompleksnya customer journey, pendekatan advertising tradisional yang terfragmentasi tidak lagi cukup. Brand membutuhkan sistem yang mampu merespons secara instan, memahami konteks pelanggan, serta secara aktif mendorong konversi di setiap titik interaksi.

Dalam konteks ini, kombinasi antara pengalaman Laode di bidang advertising dan growth dengan kapabilitas teknologi, menjadi sangat relevan bagi brand dan advertiser.

Baca Juga: Agar Makin Kompetitif, Industri Didorong Gunakan AI

“Selama bertahun-tahun, kita fokus membangun sistem untuk menjangkau audiens secara masif. Namun ke depan, pertanyaannya bukan lagi reach, melainkan bagaimana setiap interaksi bisa dikonversi menjadi revenue,” kata Laode.

“AI akan menjadi infrastruktur baru dalam cara bisnis beroperasi. Advertising tetap penting sebagai driver demand, tetapi AI adalah engine yang memastikan demand tersebut tidak terbuang, melainkan dikonversi secara optimal. Di situlah peran Cekat.AI menjadi krusial,” tutur dia lagi.

Cekat.AI didirikan oleh anak muda Indonesia yang melakukan riset AI di Amerika Serikat, yakni Matthew Sebastian dan Nicholas Alden Liem. Berawal dari riset mendalam tentang AI Agent, Cekat.AI kini berkembang menjadi platform yang membantu bisnis mengotomatisasi customer engagement, mempercepat conversion, dan mengubah leads menjadi revenue secara lebih efektif.

Platform ini telah digunakan oleh berbagai bisnis untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat kualitas interaksi pelanggan, mulai dari customer service hingga proses upselling dan pengelolaan leads.

Dengan bergabungnya Laode, Cekat.AI menargetkan percepatan adopsi AI di kalangan brand dan advertiser, khususnya dalam mengintegrasikan aktivitas advertising dengan sistem operasional berbasis AI. Ke depan, konvergensi antara advertising, data, dan AI diprediksi akan menjadi fondasi utama dalam membangun keunggulan kompetitif.

Langkah ini menjadi sinyal yang jelas, advertising tidak lagi cukup berdiri sendiri. Untuk bertahan dan bertumbuh, bisnis membutuhkan sistem yang mampu mengubah setiap interaksi menjadi nilai nyata. Di era AI-driven growth, revenue tidak lagi dihasilkan hanya dari exposure, tetapi dari bagaimana teknologi bekerja secara real-time untuk mengkonversinya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Hadirkan Platform Sovereign...
Hadirkan Platform Sovereign Cloud Berbasis Kubernetes untuk Indonesia
Rebranding CashUP Menandai...
Rebranding CashUP Menandai Era Baru Ekosistem Teknologi dan Pembayaran
White Paper MDI Ventures...
White Paper MDI Ventures Petakan Jalur Ekonomi Digital Inklusif di Indonesia
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Rekomendasi
Apa Itu PHEV? Begini...
Apa Itu PHEV? Begini Lepas L8 Tempuh 1.300 Km Sekali Isi Penuh
UNJ Expo 2026 Dibuka,...
UNJ Expo 2026 Dibuka, Hadirkan Pameran Inovasi, Tes Kesehatan, hingga Kuliner Nusantara
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Berita Terkini
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved