KKI Ingatkan ke Konsumen Galon Guna Ulang Ada Batas Masa Pakainya

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:56 WIB
loading...
KKI Ingatkan ke Konsumen...
Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) mengingatkan pentingnya memperhatikan usia galon guna ulang. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) mengingatkan pentingnya memperhatikan usia galon guna ulang setelah menerima pengaduan bahwa 92% konsumen tidak mengetahui adanya batas masa pakai. Data ini berasal dari 250 laporan di tujuh kota selama Maret–April 2026.

"Ini menunjukkan tingginya kesadaran konsumen namun masih minimnya pengetahuan, menunjukkan lemahnya edukasi produsen," ujar Ketua KKI, David Tobing seperti dikutip, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga: Mayoritas Konsumen Keluhkan Bahaya Galon Tua, KKI: 92 Juta Penduduk Terancam BPA

Berdasarkan data BPS, 34% rumah tangga Indonesia menggunakan air galon sebagai sumber utama. Dengan estimasi sekitar 100 juta orang mengonsumsinya setiap hari, isu ini menjadi signifikan. David menyoroti tidak adanya informasi masa pakai pada galon. “Di galon itu enggak ada berapa lama masa pakainya, yang tertera hanya kode produksi. Nah inilah yang saya katakan sebagai kekosongan regulasi masa pakai,” kata David.

Akibatnya, konsumen terus menerima galon lama tanpa menyadari risikonya. Sebanyak 92% laporan menunjukkan konsumen masih menerima galon berusia lebih dari satu tahun. KKI memverifikasi usia galon melalui foto yang wajib dilampirkan. Bahkan, ditemukan galon berusia hingga 11 tahun. "Ada yang usianya 11 tahun. Di beberapa daerah sekitar Jakarta itu galon-galon memang usianya banyak yang 5 tahunan ke atas," ungkapnya.



Kondisi fisik galon juga menjadi perhatian. Sebanyak 30% dilaporkan kotor atau berlumut, dan 18% retak atau tergores. "Semakin tua usia galon semakin beragam jenis keluhannya. Masalah fisik, kotor, kusam, dan retak. Nah ini mendominasi laporan konsumen," kata David.

Risiko kesehatan muncul dari bahan polikarbonat yang mengandung BPA. "Tentu bahaya karena BPA itu bisa luruh dan bercampur dengan airnya. Potensi luruhnya BPA ini bisa disebabkan paparan sinar matahari, usia pakai, dan pencucian kasar," jelas David.

Baca Juga: DPR Soroti soal Galon Guna Ulang Melebihi Batas Usia Pakai

Pakar merekomendasikan masa pakai maksimal satu tahun atau 40 kali penggunaan untuk mencegah dampak seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan gangguan lainnya. Ada satu prinsip di dalam perdagangan, bahwa kalau harganya sama maka kualitas juga sama. "Pertanyaannya kan kadang dalam galon ini kita bisa saja membeli dengan harga sama tapi galonnya sudah tua," tegas David.

KKI mendesak produsen dan pemerintah bertindak. "Harusnya pelaku usaha bertanggung jawab terhadap galonnya. Jangan dibiarkan beredar yang sudah tua-tua,” ujarnya. “Kekosongan regulasi masa pakai untuk guna ulang adalah akar masalah yang harus ditutup. Negara perlu regulasi yang melindungi kesehatan masyarakat bukan sekedar keuntungan produsen," tutup David.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPOM Perketat Batas...
BPOM Perketat Batas Migrasi BPA Galon Guna Tekan Risiko Pubertas Dini
Harga Sama, KKI Soroti...
Harga Sama, KKI Soroti Diskriminasi Kualitas Galon Guna Ulang di Pasaran
Harga Plastik Naik,...
Harga Plastik Naik, Industri Didorong Bangun Ketahanan di Tengah Tekanan Global
Lindungi Konsumen, BPKN...
Lindungi Konsumen, BPKN Minta Produsen AMDK Tarik Galon Tua dari Peredaran
DPR Soroti soal Galon...
DPR Soroti soal Galon Guna Ulang Melebihi Batas Usia Pakai
Rugikan Konsumen, KKI...
Rugikan Konsumen, KKI Temukan Galon Berusia Tua Masih Banyak Beredar di Pasaran
Pengamat: Kemasan Guna...
Pengamat: Kemasan Guna Ulang Bisa Jadi Alternatif Solusi Kenaikan Harga Plastik
Legislator PDIP Minta...
Legislator PDIP Minta Negara Sediakan Air Layak Minum untuk Masyarakat
Pengamat Nilai Galon...
Pengamat Nilai Galon Guna Ulang PET Efektif Kurangi Sampah Plastik
Rekomendasi
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Kronologi Haji Bolot...
Kronologi Haji Bolot Dilarikan ke RS karena Serangan Jantung, Bermula dari Sesak Napas
Berita Terkini
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved