CASH Fokus Perkuat Fundamental di Tengah Perkembangan Pembayaran Digital

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:54 WIB
loading...
CASH Fokus Perkuat Fundamental...
CASH mencatatkan dinamika kinerja sepanjang tahun buku 2025 seiring dengan proses penyesuaian strategi bisnis dan transformasi model usaha di tengah industri pembayaran digital yang semakin kompetitif. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) mencatatkan dinamika kinerja sepanjang tahun buku 2025 seiring dengan proses penyesuaian strategi bisnis dan transformasi model usaha di tengah industri pembayaran digital yang semakin kompetitif dan menuntut efisiensi yang lebih tinggi.

Bank Indonesia mencatat transaksi pembayaran digital nasional pada triwulan 1 tahun 2026 mencapai 14,39 miliar transaksi atau tumbuh 33,76% secara tahunan (YoY), sementara transaksi QRIS tumbuh 119% YoY. Pertumbuhan industri ini menunjukkan bahwa adopsi pembayaran non-tunai di Indonesia masih berada dalam tren yang positif dan terus berkembang.

Sejalan dengan perkembangan industri, Perseroan mencatatkan pertumbuhan aktivitas transaksi yang tercermin dari peningkatan jumlah merchant menjadi 29,7 ribu merchant, serta kenaikan jumlah dan nilai transaksi sepanjang tahun 2025.

Baca Juga: Inovasi Bikin Pembayaran Digital Semakin Mudah

Namun demikian, peningkatan aktivitas tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh pertumbuhan pendapatan, di mana Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp110,19 miliar, dibandingkan Rp138,34 miliar pada tahun sebelumnya.

“Kami melihat bahwa pertumbuhan volume transaksi belum sepenuhnya diikuti oleh kualitas pendapatan yang optimal. Hal ini menjadi fokus utama Perseroan dalam melakukan penyesuaian strategi ke depan, khususnya dalam meningkatkan monetisasi dan efisiensi operasional,” ujar manajemen Perseroan.

Tinjauan Keuangan dan Langkah Strategis

Dari sisi profitabilitas, Perseroan masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp67,74 miliar pada tahun 2025, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan rugi bersih tersebut dipengaruhi oleh kenaikan beban operasional, biaya pendanaan, serta penurunan pendapatan.

Struktur pendapatan yang masih didominasi oleh penjualan perangkat juga menunjukkan penurunan terhadap kontribusi pendapatan, sehingga prospek pendapatan jangka panjang relatif terbatas dibandingkan dengan model bisnis fintech berbasis layanan.

Baca Juga: Menjaga Nadi Sistem Pembayaran Digital Indonesia

Di tengah kondisi tersebut, Perseroan melakukan aksi korporasi melalui rights issue sebagai langkah untuk memperkuat struktur permodalan dan menjaga likuiditas. Akan tetapi, aksi ini juga berpotensi menimbulkan dilusi bagi para pemegang saham apabila tidak diikuti dengan perbaikan kinerja keuangan dalam jangka menengah.

Transformasi bisnis yang sedang dijalankan Perseroan, termasuk penguatan ekosistem digital, integrasi teknologi, serta rebranding menjadi “cashUP”, masih memerlukan waktu untuk memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja keuangan. Hal ini mencerminkan adanya risiko dalam proses transisi strategi, khususnya dalam menyeimbangkan antara pertumbuhan dan profitabilitas.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Bidik Integrasi Aset...
Bidik Integrasi Aset Digital dan Ekonomi Riil, JAM Coin Resmi Meluncur
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
Kemudahan Digital Jadi...
Kemudahan Digital Jadi Bagian dari Gaya Hidup Modern
Pembayaran Pajak Kendaraan...
Pembayaran Pajak Kendaraan di NTT Kini Dilakukan secara Digital
Transaksi Digital Melonjak...
Transaksi Digital Melonjak Jelang Lebaran, Menguji Kesiapan Sistem TI Perusahaan
Rekomendasi
Komnas Perempuan Klarifikasi...
Komnas Perempuan Klarifikasi Kedatangan Sarwendah, Ternyata Belum Buat Aduan Resmi
WOSPAC Paparkan Solusi...
WOSPAC Paparkan Solusi Menuju Piala Dunia dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Berita Terkini
KPR Rumah Subsidi Bisa...
KPR Rumah Subsidi Bisa Dicicil hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
Harga LNG Naik Turun...
Harga LNG Naik Turun Mengacu Harga Minyak Dunia
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Hijaukan Kaltim! Aksi...
Hijaukan Kaltim! Aksi Nyata Pegadaian Tanam 2.000 Pohon Demi Masa Depan
Perkuat Daya Saing,...
Perkuat Daya Saing, LOTTE Chemical Indonesia Raih Tiga Sertifikasi ISO
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved