Israel Lepas Ketergantungan Dolar AS, Menerima Rp5.193 Triliun Sejak PD II

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:59 WIB
loading...
A A A
Ia menambahkan bahwa proses ini harus dimulai sekarang dan diselesaikan dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan. Pernyataan ini dilaporkan sempat membuat para pejabat dan rakyat Israel terperangah (jaws drop), mengingat besarnya ketergantungan teknologi militer mereka pada pendanaan AS.

Media Sosial dan Citra Buruk Israel

Netanyahu mengakui adanya penurunan drastis dukungan publik di Amerika Serikat. Survei terbaru dari Pew Research menunjukkan bahwa 60% warga Amerika memiliki pandangan negatif terhadap Israel-melonjak hampir 20 poin sejak tahun 2022.

Menariknya, Netanyahu membantah bahwa tingginya angka kematian warga sipil dalam operasi militer di Gaza, Lebanon, dan Iran menjadi penyebabnya. Ia justru menuding adanya campur tangan eksternal di dunia maya.

Netanyahu mengklaim ada negara-negara tertentu yang menggunakan ladang bot (bot farms) dengan alamat palsu untuk menghancurkan simpati warga AS. "Israel dikepung di front media, di front propaganda, dan kita tidak melakukannya dengan baik dalam perang propaganda tersebut," akunya.

Tekanan Domestik AS Memuncak

Rencana Netanyahu untuk menyapih Israel dari dana AS muncul di tengah gelombang protes di dalam negeri Amerika Serikat. Senator Bernie Sanders bahkan telah mengajukan resolusi untuk memblokir penjualan senjata senilai USD660 juta ke Israel.

Hal itu merujuk pada data bahwa mayoritas pemilih Demokrat dan independen kini menentang pengiriman senjata ke wilayah konflik. Kritik tajam dari komentator populer seperti Tucker Carlson dan Candace Owens juga dianggap mempercepat pergeseran opini publik Amerika, yang kini lebih kritis terhadap keterlibatan AS dalam pendanaan perang di luar negeri.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Rekomendasi
4th ICOP Darunnajah...
4th ICOP Darunnajah Bersama Menteri ATR/BPN, Pesantren Siap Pimpin Optimalisasi Wakaf Nasional
Gestur Mesra Sarwendah...
Gestur Mesra Sarwendah dan Gio saat Live Tuai Kritikan, Disebut Tak Sopan
Lengkap! Daftar SD dan...
Lengkap! Daftar SD dan SMP Swasta Gratis di Kota Tangerang untuk SPMB 2026
Berita Terkini
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
Maritza Consulting Bidik...
Maritza Consulting Bidik Pertumbuhan Penjualan Properti Lewat Strategi Berbasis Data
Harga BBM dan LPG Subsidi...
Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik Seperti Pertamax, Bahlil: Itu Perintah Presiden
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Komisi XII Ingatkan Dampaknya terhadap Daya Beli
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved