Standar Keselamatan Terjaga, Kapal Berbendera RI Perkuat Daya Saing Global
Kamis, 14 Mei 2026 - 20:57 WIB
loading...
BKI berhasil mempertahankan predikat High Performance dalam daftar kinerja Recognized Organization (RO) pada Laporan Tahunan Tokyo MoU 2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI berhasil mempertahankan predikat High Performance dalam daftar kinerja Recognized Organization (RO) pada Laporan Tahunan Tokyo MoU 2025. Pencapaian ini sekaligus mengukuhkan posisi Bendera Indonesia yang tetap berada pada kategori performa tinggi, mencerminkan konsistensi standar keselamatan dan kualitas armada nasional di pasar internasional.
“Kontribusi Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sebagai regulator, pemilik dan operator kapal, serta dukungan INSA, mitra industri, dan BKI sebagai Recognized Organization menjadi bagian penting dalam pencapaian ini,” ujar Direktur Utama PT BKI , R. Benny Susanto dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (14/5/2026).
Baca Juga: Lalu Lintas Ekspor-Impor RI Didominasi Kapal Asing, Pakar Pelabuhan Soroti Kemunduran Maritim Nasional
Penilaian performa tahun 2025 tersebut didasarkan pada akumulasi data inspeksi dan detensi kapal selama periode 2022–2025 di kawasan Asia-Pasifik. Selama tiga tahun terakhir, pemeriksaan terhadap kapal berbendera Indonesia tercatat stabil dengan tren angka penahanan (detensi) kapal yang menurun secara konsisten, menandakan peningkatan kepatuhan teknis armada nasional.
Status kinerja tinggi ini membuktikan kredibilitas BKI sebagai organisasi klasifikasi milik negara dalam menjalankan audit dan sertifikasi kapal sesuai standar global. Sebagai bagian dari kerja sama regional Tokyo MoU, pengawasan ketat ini bertujuan untuk menjamin keselamatan pelayaran serta perlindungan lingkungan laut dari risiko operasional kapal asing.
Keberhasilan ini memberikan dampak ekonomi signifikan dengan meminimalkan hambatan operasional bagi kapal Indonesia yang bersandar di pelabuhan mancanegara. Dengan predikat tersebut, armada nasional mendapatkan kepercayaan lebih dari otoritas pelabuhan internasional, sehingga arus logistik dan perdagangan lintas negara menjadi lebih lancar dan efisien.
Baca Juga: MT Gamsunoro, Skema Pengoperasian Kapal dan FoC
Benny menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektoral antara regulator dan pelaku industri menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas keselamatan pelayaran secara berkelanjutan. Sinergi ini terbukti efektif dalam mengangkat citra maritim Indonesia serta memastikan armada nasional mampu bersaing secara kompetitif di pasar global yang semakin ketat.
Capaian ini diharapkan menjadi katalisator bagi penguatan ekosistem maritim Indonesia menuju standar yang lebih hijau dan berkelanjutan. Dengan mempertahankan posisi di daftar putih (White List) Tokyo MoU, industri pelayaran nasional optimis dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui konektivitas laut yang aman dan andal.
“Kontribusi Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sebagai regulator, pemilik dan operator kapal, serta dukungan INSA, mitra industri, dan BKI sebagai Recognized Organization menjadi bagian penting dalam pencapaian ini,” ujar Direktur Utama PT BKI , R. Benny Susanto dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (14/5/2026).
Baca Juga: Lalu Lintas Ekspor-Impor RI Didominasi Kapal Asing, Pakar Pelabuhan Soroti Kemunduran Maritim Nasional
Penilaian performa tahun 2025 tersebut didasarkan pada akumulasi data inspeksi dan detensi kapal selama periode 2022–2025 di kawasan Asia-Pasifik. Selama tiga tahun terakhir, pemeriksaan terhadap kapal berbendera Indonesia tercatat stabil dengan tren angka penahanan (detensi) kapal yang menurun secara konsisten, menandakan peningkatan kepatuhan teknis armada nasional.
Status kinerja tinggi ini membuktikan kredibilitas BKI sebagai organisasi klasifikasi milik negara dalam menjalankan audit dan sertifikasi kapal sesuai standar global. Sebagai bagian dari kerja sama regional Tokyo MoU, pengawasan ketat ini bertujuan untuk menjamin keselamatan pelayaran serta perlindungan lingkungan laut dari risiko operasional kapal asing.
Keberhasilan ini memberikan dampak ekonomi signifikan dengan meminimalkan hambatan operasional bagi kapal Indonesia yang bersandar di pelabuhan mancanegara. Dengan predikat tersebut, armada nasional mendapatkan kepercayaan lebih dari otoritas pelabuhan internasional, sehingga arus logistik dan perdagangan lintas negara menjadi lebih lancar dan efisien.
Baca Juga: MT Gamsunoro, Skema Pengoperasian Kapal dan FoC
Benny menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektoral antara regulator dan pelaku industri menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas keselamatan pelayaran secara berkelanjutan. Sinergi ini terbukti efektif dalam mengangkat citra maritim Indonesia serta memastikan armada nasional mampu bersaing secara kompetitif di pasar global yang semakin ketat.
Capaian ini diharapkan menjadi katalisator bagi penguatan ekosistem maritim Indonesia menuju standar yang lebih hijau dan berkelanjutan. Dengan mempertahankan posisi di daftar putih (White List) Tokyo MoU, industri pelayaran nasional optimis dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui konektivitas laut yang aman dan andal.
(nng)
Lihat Juga :