MMS Resources Bidik Teknologi Tambang Modern dari China

Jum'at, 15 Mei 2026 - 22:11 WIB
loading...
MMS Resources Bidik...
Gelaran Indonesia Coal and Energy Expo (ICEE) 2026 di Jakarta International Expo. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Anak usaha (subholding) pertambangan MMSGI, MMS Resources, membidik peluang integrasi teknologi mutakhir dan operasional ramah lingkungan melalui keikutsertaannya dalam gelaran Indonesia Coal and Energy Expo (ICEE) 2026 di Jakarta International Expo. Langkah strategis ini diambil perseroan guna memperkuat peran sebagai mitra integrated mining management yang adaptif terhadap transisi energi regional.

“Forum seperti ICEE menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan China saat ini tidak lagi sebatas hubungan perdagangan biasa, tetapi sudah berkembang menjadi kemitraan strategis dalam rantai pasok energi regional,” ujar Head of Marketing MMS Resources, Muhamad Saly Putra, di sela pameran tersebut di Jakarta, baru-baru ini.

Baca Juga: Bahlil Pastikan Kenaikan Royalti Tambang Belum Akan Diterapkan Juni 2026

Saly menjelaskan dinamika pasar global saat ini menuntut adanya kepastian pasokan (continuity of supply), reliabilitas, serta komunikasi yang terbuka demi keberlanjutan industri jangka panjang. Oleh karena itu, pameran bilateral yang mengusung tema “Cooperation for New Development in Energy” ini dimanfaatkan perseroan untuk memperkuat jejaring global sekaligus memetakan arah transformasi operasional yang lebih berkelanjutan.



Hingga saat ini, China masih bertindak sebagai mitra dagang utama bagi komoditas emas hitam asal Indonesia dengan menyerap sekitar 42% dari total ekspor batu bara nasional setiap tahunnya. Berdasarkan data lembaga riset Kpler, akumulasi volume ekspor ke Negeri Tirai Bambu tersebut sukses menembus angka 305 juta ton sepanjang tahun 2025, yang menegaskan pentingnya penguatan kerja sama strategis kedua belah pihak.

Menariknya, gelaran ICEE tahun ini merekam pergeseran peta kemitraan yang tidak lagi sekadar melibatkan perusahaan tambang dan eksportir (trader), melainkan sudah meluas ke sektor pendukung operasional yang lebih komprehensif. Kehadiran asosiasi industri, korporasi logistik, perwakilan pemerintah daerah, hingga emiten penyedia teknologi pertambangan membuka ruang diskusi yang jauh lebih taktis di hilir.

Baca Juga: MMSGI Dorong Pengembangan Generasi Muda lewat Volunteering Karyawan

Melalui perluasan ekosistem tersebut, pelaku industri kini dapat berdiskusi langsung mengenai standardisasi digitalisasi operasional, otomatisasi alat berat, efisiensi jalur logistik maritim, hingga potensi kolaborasi ekosistem rendah emisi. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan ini dinilai membuka peluang bagi korporasi domestik dalam membangun sistem pertahanan bisnis yang lebih modern di tengah isu lingkungan global.

Dalam expo yang diikuti oleh lebih dari 150 perusahaan energi dunia tersebut, materi mengenai tambang hijau (green mining), clean coal technology, digitalisasi, serta integrasi energi terbarukan menjadi fokus utama pembahasan. Kehadiran teknologi dan alat berat mutakhir dari China diharapkan mampu mengakselerasi proses modernisasi wilayah kerja pertambangan di dalam negeri agar lebih ramah lingkungan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Adopsi Teknologi dan...
Adopsi Teknologi dan AI Jadi Arah Baru Industri Pertambangan
Rosan hingga Bahlil...
Rosan hingga Bahlil Kompak soal Pembentukan Badan Khusus Ekspor: Tunggu Presiden
KKP Tegaskan Tambang...
KKP Tegaskan Tambang di Pulau Kecil Dibolehkan Asal Penuhi Syarat Ketat
Arsari Tambang Bakal...
Arsari Tambang Bakal Bangun Pusat Riset Timah dan Logam Tanah Jarang di Bangka
Berantas Mafia Tambang,...
Berantas Mafia Tambang, DPRPT Dorong Izin Tambang Rakyat Diserahkan ke Provinsi
Kejagung Tetapkan Bos...
Kejagung Tetapkan Bos TSHI Tersangka Baru Kasus Korupsi Nikel di Sulawesi Tenggara
Pakar Hukum Soroti Kompleksitas...
Pakar Hukum Soroti Kompleksitas Kasus Tambang, Dukung Langkah Tegas Kejagung
Rekomendasi
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
FIFA Perketat Aturan,...
FIFA Perketat Aturan, Drama Mengulur Dihabisi
Raffi Ahmad Buka Suara...
Raffi Ahmad Buka Suara soal Kasus Blueray, Tegaskan Tak Pernah Terima Barang Gratis
Berita Terkini
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved