PM Singapura Peringatkan Krisis Selat Hormuz Bisa Picu Stagflasi Lebih Parah dari Era 1970-an

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:01 WIB
loading...
A A A
Peringatan tersebut sejalan dengan pandangan Badan Energi Internasional (IEA) yang menyebut dunia tengah menghadapi ancaman keamanan energi terbesar dalam sejarah. Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol menyatakan sekitar 13 juta barel minyak per hari terdampak gangguan pasokan akibat konflik di kawasan Teluk.

IEA menilai pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi satu-satunya solusi untuk menstabilkan pasar energi global. Namun, pemulihan harga energi diperkirakan membutuhkan waktu hingga dua tahun setelah jalur tersebut kembali normal.

Baca Juga: UEA Gagal Bujuk Arab Saudi dan Qatar untuk Perang Gabungan Keroyok Iran

Lembaga tersebut juga mencatat total kehilangan pasokan minyak dari negara-negara Teluk telah melampaui 1 miliar barel. Sementara, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global pada 2026 menjadi 1,17 juta barel per hari dari sebelumnya 1,38 juta barel per hari. Produksi minyak OPEC juga dilaporkan turun signifikan, dengan penurunan kumulatif lebih dari 30% sejak konflik Iran pecah pada akhir Februari.

Di sisi lain, proyeksi IEA menunjukkan permintaan minyak global berpotensi mengalami kontraksi sebesar 420.000 barel per hari tahun ini, menjadi penurunan terbesar sejak pandemi Covid-19.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Rekomendasi
Asprov PSSI Banyak Dipimpin...
Asprov PSSI Banyak Dipimpin Plt Ketua, Tata Kelola Federasi Dipertanyakan
Perbedaan SPMB Bersama...
Perbedaan SPMB Bersama dan PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Berita Terkini
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Infografis
Penyebab Penguin Bisa...
Penyebab Penguin Bisa Tidur Lebih dari 10.000 Kali Tiap Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved