Purbaya Ramalkan Tekanan Rupiah Mereda Tengah Pekan Ini, Berikut Sebabnya
Senin, 18 Mei 2026 - 20:37 WIB
loading...
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah akibat gejolak pasar global akan mulai melandai pada pertengahan pekan ini. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah akibat gejolak pasar global akan mulai melandai pada pertengahan pekan ini. Optimisme tersebut didorong oleh mulai berjalannya strategi intervensi pemerintah di pasar surat utang serta masuknya kembali aliran modal asing .
Purbaya menilai melandainya tekanan pada pasar obligasi negara (bond market) akan menjadi katalis positif yang merembet pada penguatan mata uang domestik dalam beberapa hari ke depan.
“Saya pikir pertengahan minggu ini juga sudah mulai berkurang. Pemerintah sudah masuk ke bond market sedikit-sedikit, asing juga sudah mulai masuk sehingga tekanan di bond mestinya berkurang. Biasanya kalau tekanan di bond berkurang, sentimen negatif juga berkurang ke nilai tukar," jelas Purbaya ke awak media di Istana Kepresidenan, Senin (18/5/2026).
Baca Juga: Kisah Habibie Berhasil Taklukkan Dolar AS dari Rp17.000 ke Rp6.550
Guna mematahkan keraguan pasar, Purbaya memberikan bocoran bahwa kinerja fiskal Indonesia hingga bulan lalu mencatatkan performa yang sangat impresif. Data resmi tersebut rencananya akan dipaparkan secara detail kepada publik pada esok hari.
"Yang penting gini, besok akan ada APBN kita. Laporan APBN sampai April itu hasilnya bagus, pasti di luar perkiraan para pengamat itu. Jadi fondasi kita memang betul-betul bagus jadi Anda nggak usah khawatir,” tegasnya.
Purbaya juga meluruskan kabar yang beredar di sela-sela acara penyerahan pesawat di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma mengenai apakah Presiden Prabowo Subianto sempat menanyakan secara khusus perkembangan kurs Dolar AS kepadanya.
Baca Juga: Prabowo: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar Kok
“Oh nggak, nggak. Saya bercanda nggak. Bercanda saya dikasih minum aja enak,” ujar Purbaya sembari berseloroh.
Berdasarkan data Bloomberg pada penutupan Senin sore (18/5), kurs rupiah bertengger di level Rp17.667 per dolar AS. Posisi tersebut mencerminkan pelemahan sekitar 0,40% jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan pekan lalu yang berada di level Rp17.597 per dolar AS.
Bahkan di pasar spot intra-hari, rupiah sempat tertekan lebih dalam hingga menyentuh level kisaran Rp17.660 per dolar AS akibat kombinasi tingginya permintaan valas musiman di dalam negeri serta bertahannya sentimen suku bunga tinggi (higher for longer) dari Bank Sentral AS.
Purbaya menilai melandainya tekanan pada pasar obligasi negara (bond market) akan menjadi katalis positif yang merembet pada penguatan mata uang domestik dalam beberapa hari ke depan.
“Saya pikir pertengahan minggu ini juga sudah mulai berkurang. Pemerintah sudah masuk ke bond market sedikit-sedikit, asing juga sudah mulai masuk sehingga tekanan di bond mestinya berkurang. Biasanya kalau tekanan di bond berkurang, sentimen negatif juga berkurang ke nilai tukar," jelas Purbaya ke awak media di Istana Kepresidenan, Senin (18/5/2026).
Baca Juga: Kisah Habibie Berhasil Taklukkan Dolar AS dari Rp17.000 ke Rp6.550
Guna mematahkan keraguan pasar, Purbaya memberikan bocoran bahwa kinerja fiskal Indonesia hingga bulan lalu mencatatkan performa yang sangat impresif. Data resmi tersebut rencananya akan dipaparkan secara detail kepada publik pada esok hari.
"Yang penting gini, besok akan ada APBN kita. Laporan APBN sampai April itu hasilnya bagus, pasti di luar perkiraan para pengamat itu. Jadi fondasi kita memang betul-betul bagus jadi Anda nggak usah khawatir,” tegasnya.
Purbaya juga meluruskan kabar yang beredar di sela-sela acara penyerahan pesawat di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma mengenai apakah Presiden Prabowo Subianto sempat menanyakan secara khusus perkembangan kurs Dolar AS kepadanya.
Baca Juga: Prabowo: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar Kok
“Oh nggak, nggak. Saya bercanda nggak. Bercanda saya dikasih minum aja enak,” ujar Purbaya sembari berseloroh.
Berdasarkan data Bloomberg pada penutupan Senin sore (18/5), kurs rupiah bertengger di level Rp17.667 per dolar AS. Posisi tersebut mencerminkan pelemahan sekitar 0,40% jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan pekan lalu yang berada di level Rp17.597 per dolar AS.
Bahkan di pasar spot intra-hari, rupiah sempat tertekan lebih dalam hingga menyentuh level kisaran Rp17.660 per dolar AS akibat kombinasi tingginya permintaan valas musiman di dalam negeri serta bertahannya sentimen suku bunga tinggi (higher for longer) dari Bank Sentral AS.
(akr)
Lihat Juga :