Danantara Sumberdaya Indonesia Resmi Terbentuk, Rosan: Hilangkan Potensi Uang Gelap

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:28 WIB
loading...
Danantara Sumberdaya...
CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani mengatakan, PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) dibentuk untuk meningkatkan devisa negara yang selama ini potensinya hilang akibat praktik under invoicing para eksportir. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani mengatakan, pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) bertujuan untuk meningkatkan devisa negara yang selama ini potensinya hilang akibat praktik under invoicing para eksportir. Rosan mengatakan, selama ini beberapa eksportir kerap menjual harga komoditas di bahwa harga pasar atau lebih murah.

Hal tersebut menjadikan pelaporan pembayaran pajak perusahaan ke negara kurang optimal. Belum lagi devisa hasil ekspor juga kerap diendapkan di rekening asing dan tidak bawa ke dalam negeri.

"Ini inline dengan OECD principles yang di mana kita ingin menjunjung tinggi governance, transparancy, accountability dari semua ini sehingga tidak terjadi lagi potensi-potensi adanya uang gelap. Istilah saya, uang gelap," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Rabu (20/5/2025).

Baca Juga: Prabowo Sebut Selama 34 Tahun Rp15.845 Triliun Hilang Akibat Kecurangan Ekspor

Rosan menjelaskan PT DSI akan beroperasi dalam dua fase. Fase pertama mulai 1 Juni sampai 31 Desember, PT DSI hanya akan melakukan pemeriksaan invoice jual beli hingga menjadi perantara pembeli (market ekspor) dan penjual (perusahaan dalam negeri).



Setelah itu, mulai Januari 2027 menjadi fase kedua PT DSI yang mulai ditugaskan untuk melakukan pembelian komoditas dan menjualnya ke pasar global. Sehingga nantinya tidak ada praktik under invoicing dari para perusahaan sebab hanya sebatas menjual komoditasnya ke PT DSI, sebelum di ekspor.

"Ini yang kita coba untuk reduce semaksimal mungkin. Zero under invoicing, zero transfer pricing," kata Rosan.

Baca Juga: Ekspor Sawit hingga Batu Bara Harus Lewat BUMN, Prabowo Ingin Selamatkan Rp2.653 Triliun per Tahun

Pada kesempatan berbeda, Chief Investment Officer Pandu Patria Sjahrir mengatakan, pembentukan DSI merupakan penugasan langsung dari Presiden untuk memperkuat tata kelola ekspor nasional.

"Danantara Indonesia ditunjuk oleh Bapak Presiden untuk memperkuat sistem perdagangan ekspor-impor dengan mendirikan PT Danantara Sumber Daya Indonesia atau disingkat DSI, yang akan beroperasi efektif per 1 Juni 2026," ujar Pandu dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Rabu (20/5).

Pandu menjelaskan, DSI nantinya akan menjalankan sejumlah fungsi utama, mulai dari memperkuat transparansi dan sistem pelaporan perdagangan komoditas strategis, hingga memastikan seluruh transaksi berjalan akuntabel dan sesuai harga pasar. Sementara 3 komoditas yang akan diintervensi oleh PT DSI adalah batubara, CPO, dan ferro alloy.

Selain itu, DSI juga akan berperan dalam mendukung pengelolaan devisa negara secara lebih optimal. Sebab selama ini devisa hasil ekspor dinilai masih belum optimal mendukung perekonomian nasional, karena banyak dana-dana tersebut justru terparkir di luar negeri.

Pandu menambahkan, perusahaan tersebut sekaligus akan melakukan konsolidasi data dan tata kelola ekspor guna meningkatkan efisiensi sektor perdagangan dan pengelolaan sumber daya alam.

"Bersama-sama kita akan melakukan ini secara baik. Ini adalah one platform multiple benefit. Yang kita inginkan kalau dunia senang, Indonesia harus lebih senang lagi," kata Pandu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
GAPKI: Pengawasan Ekspor...
GAPKI: Pengawasan Ekspor Sawit Sudah Ketat, Kuncinya Penegakan Hukum
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Apindo: DSI Bisa Perkuat...
Apindo: DSI Bisa Perkuat Tata Kelola Ekspor Tanpa Menambah Beban Dunia Usaha
Pangkas Ratusan Entitas...
Pangkas Ratusan Entitas BUMN, Terobosan Rosan Roeslani Tuai Dukungan Akademisi
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Rekomendasi
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
iPhone 18 Pro Desain...
iPhone 18 Pro Desain Dynamic Island yang Diperkecil Berteknologi Face ID Tersembunyi
Berita Terkini
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved