Intip DPN MAPPI Terpilih Periode 2020-2024
Minggu, 20 September 2020 - 19:52 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Muhammad Amin sebagai Ketua Umum DPN MAPPI 2020-2024, terdapat empat isu utama yang penting untuk diurai dan dituntaskan, antara lain yaitu pertama, Keprofesian dan Pendidikan. Lalu kedua, Keorganisasian serta ketiga Standar dan Peraturan. Hingga keempat adalah Sinergi dan Eksistensi.
Terkait dengan keprofesian dan Pendidikan, beberapa hal perlu dibenahi antara lain adalah volume Pendidikan dan waktu belajar yang terbatas serta rendahnya output research and development. Untuk menjawab hal tersebut MAPPI harus melakukan penyempurnaan sistem Pendidikan mulai dari penyempurnaan kurikulum, materi ajar, dan kompetensi pengajar.
(Baca Juga: Ini Nih Kelemahan Umum Para Pelaku Usaha Baru )
Menurut Muttaqin sebagai Ketua 1 yang membidangi keprofesian, bertekad untuk mengawal pengadaan database nasional untuk memudahkan penilai dalam melakukan praktik penilaian seperti database properti nasional, beta untuk discount rate, dan jurnal penilaian. Sedangkan terkait dengan penyelenggaraan Pendidikan, Muttaqin bertekad untuk membuat biaya Pendidikan terjangkau dengan mengembangkan sistem Pendidikan yang berbasis IT termaksud mengubah kurikulum pendidikan menjadi sistem modul.
Sementara untuk isu organisasi, yang menjadi sorotan adalah manajemen organisasi yang cenderung konservatif dan closed-organization. Sebab itu, DPN terpilih ingin melakukan modernisasi sistem keanggotaan yang lebih secure dan up to date. Hal lain yang penting adalah melakukan transparansi organisasi dengan menyajikan laporan keuangan dan logbook kegiatan organisasi via website.
“Kami bertekad untuk mengupayakan penerapan standar fee penilaian secara konsisten serta mendorong adanya professional indemnity insurance untuk mengawal potensi fraud yang diakibatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang berpotensi merugikan penilai. Dalam rangka menjamin kesejahteraan para penilai, kami berkeinginan kuat untuk mengadakan pembentukan dana abadi,” tegas Guntur.
Terkait dengan keprofesian dan Pendidikan, beberapa hal perlu dibenahi antara lain adalah volume Pendidikan dan waktu belajar yang terbatas serta rendahnya output research and development. Untuk menjawab hal tersebut MAPPI harus melakukan penyempurnaan sistem Pendidikan mulai dari penyempurnaan kurikulum, materi ajar, dan kompetensi pengajar.
(Baca Juga: Ini Nih Kelemahan Umum Para Pelaku Usaha Baru )
Menurut Muttaqin sebagai Ketua 1 yang membidangi keprofesian, bertekad untuk mengawal pengadaan database nasional untuk memudahkan penilai dalam melakukan praktik penilaian seperti database properti nasional, beta untuk discount rate, dan jurnal penilaian. Sedangkan terkait dengan penyelenggaraan Pendidikan, Muttaqin bertekad untuk membuat biaya Pendidikan terjangkau dengan mengembangkan sistem Pendidikan yang berbasis IT termaksud mengubah kurikulum pendidikan menjadi sistem modul.
Sementara untuk isu organisasi, yang menjadi sorotan adalah manajemen organisasi yang cenderung konservatif dan closed-organization. Sebab itu, DPN terpilih ingin melakukan modernisasi sistem keanggotaan yang lebih secure dan up to date. Hal lain yang penting adalah melakukan transparansi organisasi dengan menyajikan laporan keuangan dan logbook kegiatan organisasi via website.
“Kami bertekad untuk mengupayakan penerapan standar fee penilaian secara konsisten serta mendorong adanya professional indemnity insurance untuk mengawal potensi fraud yang diakibatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang berpotensi merugikan penilai. Dalam rangka menjamin kesejahteraan para penilai, kami berkeinginan kuat untuk mengadakan pembentukan dana abadi,” tegas Guntur.
Lihat Juga :