Gelar RUPST, Krom Bank Cetak Kinerja Kuat di Sepanjang 2025
Kamis, 21 Mei 2026 - 19:58 WIB
loading...
A
A
A
Penetapan penggunaan laba bersih Perseroan untuk Tahun Buku 2025. Penunjukan Akuntan Publik untuk melakukan audit terhadap Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2026 beserta penetapan honorarium dan persyaratan lain terkait penunjukan tersebut. Ditambah penetapan gaji, uang jasa, dan tunjangan lainnya bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk Tahun Buku 2026.
Sepanjang tahun 2025, Krom Bank membukukan pertumbuhan kinerja yang kuat di berbagai indikator utama. Perseroan mencatat pendapatan bunga bersih (audited) sebesar Rp1,85 triliun, meningkat 92% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp965 miliar pada tahun 2024.
Total aset Krom Bank meningkat 84% YoY menjadi Rp12,21 triliun pada 2025, sementara total kredit tumbuh 103% YoY menjadi Rp8,63 triliun dibandingkan Rp4,25 triliun pada tahun sebelumnya. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 166% YoY menjadi Rp8,39 triliun pada 2025 dari Rp3,15 triliun pada 2024, didorong oleh pertumbuhan simpanan berbasis tabungan dan deposito.
Krom Bank juga berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp 143 miliar atau meningkat 15% YoY, mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Anton mengatakan bahwa di tengah dinamika ekonomi global dan domestik sepanjang tahun 2025, termasuk tantangan geopolitik, tingginya volatilitas pasar keuangan, tekanan suku bunga, serta perubahan perilaku konsumen di era digital, Krom Bank tetap mampu mencatatkan kinerja yang positif dan solid.
Baca Juga: Singkirkan Bank-Bank AS, Bank Asal Singapura Ini Dinobatkan Sebagai Bank Terbaik
“Kami melihat kondisi makro ekonomi saat ini menuntut industri perbankan untuk semakin adaptif, prudent, dan inovatif dalam menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang praktis, aman, dan terintegrasi juga membuka peluang pertumbuhan yang besar bagi industri perbankan digital,” tutupnya.
Sepanjang tahun 2025, Krom Bank membukukan pertumbuhan kinerja yang kuat di berbagai indikator utama. Perseroan mencatat pendapatan bunga bersih (audited) sebesar Rp1,85 triliun, meningkat 92% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp965 miliar pada tahun 2024.
Total aset Krom Bank meningkat 84% YoY menjadi Rp12,21 triliun pada 2025, sementara total kredit tumbuh 103% YoY menjadi Rp8,63 triliun dibandingkan Rp4,25 triliun pada tahun sebelumnya. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 166% YoY menjadi Rp8,39 triliun pada 2025 dari Rp3,15 triliun pada 2024, didorong oleh pertumbuhan simpanan berbasis tabungan dan deposito.
Krom Bank juga berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp 143 miliar atau meningkat 15% YoY, mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Anton mengatakan bahwa di tengah dinamika ekonomi global dan domestik sepanjang tahun 2025, termasuk tantangan geopolitik, tingginya volatilitas pasar keuangan, tekanan suku bunga, serta perubahan perilaku konsumen di era digital, Krom Bank tetap mampu mencatatkan kinerja yang positif dan solid.
Baca Juga: Singkirkan Bank-Bank AS, Bank Asal Singapura Ini Dinobatkan Sebagai Bank Terbaik
“Kami melihat kondisi makro ekonomi saat ini menuntut industri perbankan untuk semakin adaptif, prudent, dan inovatif dalam menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang praktis, aman, dan terintegrasi juga membuka peluang pertumbuhan yang besar bagi industri perbankan digital,” tutupnya.
Public Expose 2026
Pada hari yang sama, Krom Bank melaksanakan agenda tahunan Paparan Publik atau Public Expose 2026. Dalam pemaparan tersebut disampaikan bahwa kondisi industri perbankan nasional masih menunjukkan pertumbuhan yang positif di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan pasar. Perseroan terus memperkuat fundamental bisnis melalui pengembangan layanan perbankan digital, pengelolaan risiko yang prudent, serta peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.Lihat Juga :