OJK Blak-blakan soal 4 Penyebab IHSG Ambrol Sejak Awal Tahun 2026
Kamis, 21 Mei 2026 - 22:15 WIB
loading...
A
A
A
Tekanan indeks selanjutnya juga datang dari sorotan penyedia indeks provider global terkait aspek transparansi, free float, hingga likuiditas di pasar saham Indonesia. Sebab hal tersebut menjadi sebuah penilaian suatu saham layak untuk diinvestasikan atau tidak.
Baca Juga: Buka MNC Forum ke-82, HT Ungkap Peran Strategis Pasar Modal bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Hasilnya, penyedia indeks provider global Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengeluarkan 18 saham Indonesia dari konstituen indeks karena dianggap sejumlah saham tersebut kurang investable . Dampaknya dana-dana asing ikut keluar dari saham yang keluar dari indeks, dan memicu tekanan jual dari para investor.
"Jika kita tidak cepat merespon menghadirkan keyakinan kepada para investor global melalui indeks provider global tersebut, maka selain kemungkinan saham-saham kita tidak lagi masuk dalam anggota konstiruen, bahkan ada ancaman untuk menurunkan klasifikasi pasar kita ke tingkat yang lebih rendah," kata Hasan.
Tidak hanya itu, investor global juga mengkhawatirkan terkait aspek tata kelola dan integritas di pasar modal Indonesia. Hal itu terjadi karena adanya keraguan terhadap tingkat investability pasar modal RI, terutama terkait kesesuaian data free float saham yang tersedia di publik dengan realitas di lapangan.
Lihat Juga :