The Fed Punya Bos Baru! Sinyal Kenaikan Suku Bunga Bikin Pasar Global Ketar-ketir

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:13 WIB
loading...
The Fed Punya Bos Baru!...
Era baru bank sentral paling berpengaruh di dunia resmi dimulai. Kevin Warsh telah resmi dilantik sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) di Gedung Putih. Foto/Dok Yahoo
A A A
JAKARTA - Era baru bank sentral paling berpengaruh di dunia resmi dimulai. Kevin Warsh telah resmi dilantik sebagai Ketua Federal Reserve ( The Fed ) atau bank sentral Amerika Serikat yang baru di Gedung Putih.

Namun alih-alih disambut dengan perayaan yang tenang, Warsh langsung dihadapkan pada ujian berat. Meroketnya inflasi global akibat perang AS bersama Israel versus Iran berpotensi memaksa The Fed kembali menaikkan suku bunga acuan.

Pelantikan Warsh di Gedung Putih oleh Hakim Agung Clarence Thomas mencatat sejarah tersendiri. Ini adalah pertama kalinya seorang Ketua The Fed disumpah di White House sejak Alan Greenspan pada tahun 1987.

Baca Juga: Rupiah Loyo ke Rp16.798, Imbas Trump Dukung Kevin Warsh jadi Bos The Fed

Kehadiran para petinggi kabinet Presiden Donald Trump dan Ketua DPR Mike Johnson mempertegas betapa krusialnya posisi Warsh bagi arah ekonomi global ke depan.

Pesan Independensi dari Trump di Tengah Amukan Inflasi

Presiden Donald Trump yang selama setahun terakhir secara agresif menuntut penurunan suku bunga demi menggenjot ekonomi, memberikan pernyataan mengejutkan dalam pidato pelantikan tersebut.



"Saya ingin Kevin sepenuhnya independen. Jangan lihat saya, jangan lihat siapa pun, lakukan saja tugasmu dengan baik," ujar Trump langsung kepada Warsh.

Baca Juga: Gebrakan Baru BRICS: Integrasikan Mata Uang Digital, Bye-bye Dolar AS?

Namun ruang gerak Warsh untuk memenuhi keinginan terpendam pasar dan Trump terkait pemangkasan suku bunga kini terkunci rapat. Realitas ekonomi telah berubah drastis sejak ia dinominasikan pada Januari lalu. Perang Iran memicu guncangan harga minyak dunia yang merembes ke seluruh rantai pasok dunia.

Data terbaru menunjukkan tanda-tanda bahaya yakni Inflasi Konsumen (CPI) AS melonjak ke angka 3,8% pada April, naik tajam dari 3,3% di bulan Maret. Sektor energi menyumbang 40% dari total kenaikan ini.

Harga grosir (Wholesale Prices) melesat hingga 6% pada April, membuktikan bahwa produsen mulai babak belur menghadapi biaya input yang mahal dan mulai membebankannya kepada konsumen.

Prediksi Pasar: Suku Bunga Justru Berpotensi Naik!

Di masa lalu, Warsh dikenal cukup optimistis bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) akan mendongkrak produktivitas dan secara alami menurunkan inflasi. Namun, teori itu runtuh di hadapan perang fisik yang memutus pasokan energi global.

Kini, mayoritas pejabat The Fed mulai kehilangan kesabaran. Presiden Fed Boston, Susan Collins, menyatakan bahwa bank sentral harus mempertahankan kebijakan moneter ketat ini lebih lama. "Lebih dari lima tahun inflasi berada di atas target membuat kesabaran saya habis untuk mengabaikan guncangan pasokan (supply shock) ini," tegasnya.

Berdasarkan data CME FedWatch, para pelaku pasar kini melihat adanya peluang sebesar 57% bahwa The Fed justru akan menaikkan suku bunga setidaknya satu kali sebelum Desember nanti. Skenario ini tentu menjadi kabar buruk bagi pasar saham global dan nilai tukar mata uang negara berkembang yang sensitif terhadap pergerakan Greenback.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Rekomendasi
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Berita Terkini
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
Infografis
Skyfall Rudal Nuklir...
Skyfall Rudal Nuklir Terbaru Rusia, Bikin AS Ketar-ketir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved