Influencer Sebut Rupiah Ambruk Untungkan Indonesia, Ekonom: Menyesatkan

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:00 WIB
loading...
Influencer Sebut Rupiah...
Narasi influencer yang menyebutkan rupiah melemah menguntungkan Indonesia sangat menyesatkan. FOTO/dok.SindoNews
A A A
MAKASSAR - Chief Economist Permata Bank Josua Pardede mengkritik narasi di media sosial yang menyebutkan pelemahan nilai tukar rupiah menguntungkan perekonomian Indonesia. Ia menilai pandangan tersebut menyesatkan karena tidak mencerminkan kondisi struktural industri nasional.

Menurut Josua, klaim bahwa depresiasi rupiah otomatis mendorong ekspor dan pertumbuhan ekonomi perlu diluruskan agar tidak membingungkan masyarakat di tengah fluktuasi nilai tukar.

"Sudah mulai beredar juga di sosial media khususnya influencer, saya bukannya against dengan mereka, tapi sudah banyak pernyataan-pernyataan yang sangat tidak mengedukasi terkait dengan pelemahan ini," ujar Josua saat ditemui di Makassar, dikutip Minggu (24/5/2026).

Baca Juga: Rupiah Pekan Depan Diramal Masih di Atas Rp17.000 per Dolar AS

Ia menyoroti adanya pernyataan dari sejumlah influencer di media sosal yang menyebut pelemahan rupiah sebagai kondisi positif karena dapat meningkatkan kinerja ekspor. Menurutnya, pandangan tersebut hanya berlaku terbatas pada sektor tertentu, khususnya eksportir komoditas.



Secara struktural, lanjut Josua, dampak pelemahan rupiah bersifat asimetris. Sektor hulu berbasis komoditas memang berpotensi memperoleh keuntungan dari kenaikan nilai tukar, namun sektor hilir seperti industri manufaktur justru menghadapi tekanan berat.

Hal ini disebabkan sebagian besar industri dalam negeri masih bergantung pada impor bahan baku dan komponen antara. Pelemahan rupiah secara langsung meningkatkan biaya produksi sehingga menekan daya saing dan margin perusahaan. "Tapi kalau kita bicara industri manufaktur yang mesti mengimpor dulu bahan baku ini pasti akan memberatkan," kata Josua.

Baca Juga: Malapraktik Penguatan Rupiah dan IHSG

Ia menambahkan, fokus utama otoritas moneter bukanlah mengejar level nilai tukar tertentu, melainkan menjaga stabilitas pergerakan rupiah agar pelaku usaha memiliki kepastian dalam menyusun perencanaan bisnis. Stabilitas tersebut penting untuk menghitung biaya impor, menentukan harga jual, serta menjaga hubungan dagang dengan pemasok global.

Josua menegaskan, anggapan bahwa pelemahan rupiah secara umum menguntungkan ekonomi nasional merupakan simplifikasi berlebihan yang berpotensi menyesatkan publik, mengingat struktur industri Indonesia masih didominasi ketergantungan pada impor bahan baku.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
Bank Dunia Naikkan Status...
Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
Rupiah Kritis, Hari...
Rupiah Kritis, Hari Ini Berakhir Ambruk ke Rp17.995 per Dolar AS
Rupiah Ambruk Dekati...
Rupiah Ambruk Dekati Rp18.000, Dolar AS Masih Terlalu Perkasa
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Demam Piala Dunia 2026:...
Demam Piala Dunia 2026: Ketika Indonesia Tetap Menjadi Juara di Tribun Dunia
Lisa Mariana Buka Suara...
Lisa Mariana Buka Suara usai Dituding Tipu Klien Endorsement, Singgung Judi Online
Indonesia Segera Buka...
Indonesia Segera Buka KBRI di Belarus, Lukashenko Apresiasi Prabowo
Rekomendasi
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka Kasus Dugaan Suap
Dokter Ungkap Kebiasaan...
Dokter Ungkap Kebiasaan Pria Pakai Celana Ketat Bisa Merusak Kualitas Sperma
Mesir Lolos ke 16 Besar...
Mesir Lolos ke 16 Besar Usai Singkirkan Australia Lewat Adu Penalti
Berita Terkini
Bittime: Perkembangan...
Bittime: Perkembangan Regulasi Bisa Jadi Penopang Pasar Kripto di Semester II-2026
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved