Rupiah Sore Ini Anjlok ke Rp17.744 per Dolar AS, Terburuk Sepanjang Sejarah

Senin, 25 Mei 2026 - 16:32 WIB
loading...
A A A
Selain faktor geopolitik, tekanan terhadap rupiah juga dipicu perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter bank sentral AS. Pejabat Federal Reserve mulai memberikan sinyal pengetatan (hawkish) jika inflasi belum terkendali, sehingga memperkuat dolar AS.

Di sisi lain, pasar juga menanti rilis sejumlah data ekonomi penting dari AS yang berpotensi meningkatkan volatilitas mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Dari dalam negeri, Ibrahim menilai rupiah tidak mendapatkan sentimen positif meskipun harga minyak mentah dunia mengalami penurunan. Kekhawatiran terhadap pengelolaan defisit anggaran serta kebijakan tata niaga ekspor dinilai menjadi faktor penekan.

Baca Juga: Rupiah Pekan Depan Diramal Masih di Atas Rp17.000 per Dolar AS

Kebijakan pembentukan satu pintu perdagangan komoditas strategis juga disebut memicu sentimen negatif dari lembaga pemeringkat internasional, yang berpotensi memengaruhi kepercayaan investor terhadap aset Indonesia. "Kemungkinan besar rupiah ini masih akan terus mengalami pelemahan dan pelemahan ini kemungkinan akan berlanjut," kata Ibrahim.

Ia memproyeksikan pergerakan rupiah dalam waktu dekat masih akan fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp17.740 hingga Rp17.800 per dolar AS, seiring tekanan eksternal dan domestik.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 Lagi, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Masih Kuat
Bagaimana Kebijakan...
Bagaimana Kebijakan Bank Sentral Berpengaruh terhadap Pasar Mata Uang?
IHSG Ditutup Menguat...
IHSG Ditutup Menguat Tipis, Rupiah Masih Bertengger di Atas Rp18.000
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rekomendasi
Spanyol Tantang Prancis...
Spanyol Tantang Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Polri Belum Tetapkan...
Polri Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
Berita Terkini
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
MNC Insurance Sabet...
MNC Insurance Sabet Penghargaan Anugerah Asuransi Indonesia 2026
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
Infografis
Ketakutan Resesi AS,...
Ketakutan Resesi AS, Harga Emas ke Rekor Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved