Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:21 WIB
loading...
A A A
Modal tertahan di dalam negeri juga menjadi penopang penguatan mata uang. Kebijakan suku bunga domestik yang tinggi membuat warga dan korporasi Rusia enggan memburu Dolar AS. Dana segar kini berputar dan menumpuk di dalam sistem finansial Rusia sendiri, alih-alih dilarikan ke luar negeri (capital outflow).

Dilema Mata Uang Terlalu Perkasa: Bikin Menteri dan Bos Bank Pusing

Secara psikologis, mata uang yang menguat tajam biasanya disambut bahagia. Namun di Rusia, fenomena ini justru melahirkan kecemasan baru di kalangan elite pemerintahan. Menteri Ekonomi Rusia, Maksim Reshetnikov mengakui bahwa rubel saat ini bergerak "lebih kuat daripada yang diinginkan oleh banyak pihak." Mengapa demikian?

Rusia adalah negara berbasis ekspor komoditas. Ketika rubel terlalu kuat, nilai konversi pendapatan dari penjualan minyak internasional ke dalam kas APBN Rusia justru menyusut.

Kondisi ini juga membuat eksportir non-migas menjerit. Wakil Perdana Menteri Pertama, Denis Manturov memperingatkan, bahwa penguatan rubel yang terlalu ekstrem mulai memukul daya saing produk-produk ekspor non-energi Rusia di pasar internasional.

Meskipun demikian, CEO Sberbank (bank terbesar di Rusia), Herman Gref menilai bahwa level 72 rubel per Dolar AS ini adalah titik keseimbangan baru (equilibrium) yang mencerminkan realitas model ekonomi Rusia saat ini.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
Bagaimana Kebijakan...
Bagaimana Kebijakan Bank Sentral Berpengaruh terhadap Pasar Mata Uang?
IHSG Ditutup Menguat...
IHSG Ditutup Menguat Tipis, Rupiah Masih Bertengger di Atas Rp18.000
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
Perang Meluas, Ukraina...
Perang Meluas, Ukraina Serang Kapal Perang Rusia dan 2 Kapal Kargo Militer Terkait Iran
Rekomendasi
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
Sambut Hari Kemerdekaan,...
Sambut Hari Kemerdekaan, The Margo Hotel Hadirkan Kuliner Bertema Harmony of Indonesia
Muslimah pun Perlu Berdakwah,...
Muslimah pun Perlu Berdakwah, Ini Peran Penting Wanita dalam Syiar Islam
Berita Terkini
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
IHSG Senin Depan Diprediksi...
IHSG Senin Depan Diprediksi Lanjut Koreksi, Cermati Area 6.074-6.146
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved