EORMC Merilis Strategi Keuangan Hijau, Berkomitmen Pembangunan Berkelanjutan

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:48 WIB
loading...
EORMC Merilis Strategi...
Platform trading kripto EORMC resmi meluncurkan strategi keuangan hijau dan memulai rangkaian inisiatif bertajuk Program Keuangan Kripto Berkelanjutan. Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - Platform trading kripto EORMC resmi meluncurkan strategi keuangan hijau dan memulai rangkaian inisiatif bertajuk “Program Keuangan Kripto Berkelanjutan”. Program ini bertujuan mendorong industri kripto bergerak menuju arah yang lebih rendah karbon dan lebih transparan melalui inovasi teknologi, sekaligus membangun infrastruktur aset digital generasi baru yang selaras dengan standar ESG.

Sebagai platform patuh regulasi di bawah pengawasan SEC dan FinCEN Amerika Serikat, EORMC mengintegrasikan konsep keberlanjutan secara mendalam ke dalam strategi “tahap pengembangan 3.0”-nya. Rencana ini mencakup tiga pilar utama: sistem optimasi efisiensi energi, mekanisme pelacakan jejak karbon, dan pembangunan jaringan daya komputasi hijau. Baca juga: Setoran Pajak Digital Awal 2026 Sentuh Rp50 Triliun, Segini Kontribusi Kripto hingga Fintech

Dalam hal efisiensi energi, EORMC akan memanfaatkan AI Engine yang dikembangkan sendiri untuk membangun sistem penjadwalan energi cerdas. Sistem ini dapat mengoptimalkan alokasi node server global dan sumber daya komputasi secara dinamis berdasarkan kondisi pasokan dan permintaan energi real time, dengan target meningkatkan efisiensi energi platform lebih dari 30%.

Selain itu, EORMC akan secara berkala menerbitkan laporan penggunaan energi yang telah diverifikasi oleh pihak ketiga guna memastikan transparansi dan kredibilitas operasional. Kepala Pengembangan Berkelanjutan EORMC, Granger mengatakan, inovasi teknologi tidak hanya soal efisiensi, tetapi juga tanggung jawab. “Kami mengintegrasikan prinsip ramah lingkungan ke dalam desain produk, menjadikan keberlanjutan sebagai elemen dasar keuangan kripto,” katanya, Selasa (26/5/2026).

Hal yang patut dicermati, EORMC akan meluncurkan fitur “visualisasi jejak karbon” yang pertama di industri. Melalui fitur ini, pengguna dapat melihat secara real time estimasi emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas tradingnya, serta memperoleh rekomendasi pengurangan emisi berbasis analisis AI. Alat inovatif ini membantu pengguna lebih memahami dan mengelola dampak lingkungan dari aktivitas investasinya.

Dalam pembangunan daya komputasi hijau, EORMC berencana menjalin kemitraan strategis dengan fasilitas penambangan berbasis energi bersih yang tersertifikasi, dan secara bertahap mengintegrasikan kapasitas komputasi hijau tersebut ke dalam jaringan infrastruktur globalnya. Dalam tiga tahun ke depan, platform menargetkan porsi energi bersih mencapai lebih dari 60% dari total konsumsi energi. Baca juga: Rentetan Bencana Ekologis Jadi Alarm Hentikan Ketergantungan Industri Ekstraktif

Selain itu, EORMC akan meluncurkan zona khusus aset hijau bagi pengguna yang menaruh perhatian pada investasi berprinsip ESG. Melalui sistem penasihat investasi cerdas, platform akan merekomendasikan portofolio aset kripto rendah karbon yang selaras dengan konsep pembangunan berkelanjutan, mendorong keuangan hijau agar semakin berkembang di sektor kripto.

Granger mengatakan, keberlanjutan dan inovasi teknologi bukan dua hal yang bertentangan, melainkan saling melengkapi. “Dengan memadukan teknologi AI dan prinsip ramah lingkungan, kami berupaya menetapkan standar baru bagi industri,” tandasnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Upbit Indonesia Bagikan...
Upbit Indonesia Bagikan 5 Langkah Memulai Investasi Kripto bagi Pemula
Rekomendasi
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
WOSPAC Siapkan Fondasi...
WOSPAC Siapkan Fondasi Talenta Muda, Jaga Asa Indonesia Menuju Piala Dunia
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Infografis
Strategi Houthi Menghindari...
Strategi Houthi Menghindari Radar Berteknologi Tinggi Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved