Operasikan Command Center, Pupuk Indonesia Perkuat Pengawasan Pupuk Subsidi

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:52 WIB
loading...
Operasikan Command Center,...
Pupuk Indonesia mengoperasikan Command Center sebagai pusat kendali distribusi pupuk nasional. Sistem ini menjadi bagian dari penguatan digitalisasi distribusi untuk memastikan pupuk tersalurkan lebih cepat dan tepat sasaran. Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) mengoperasikan Command Center sebagai pusat kendali distribusi pupuk nasional. Pengoperasian ini memungkinkan respons kebutuhan pupuk subsidi dilakukan lebih cepat melalui pemantauan distribusi secara real-time dari pabrik hingga ke tangan petani.

Sistem ini menjadi bagian dari penguatan digitalisasi distribusi untuk memastikan pupuk tersalurkan lebih cepat dan tepat sasaran. Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia Yehezkiel Adiperwira mengatakan, distribusi pupuk adalah bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.

”Melalui Command Center, Pupuk Indonesia membangun sistem distribusi yang terintegrasi, dari produksi, pemantauan stok, hingga pengawasan penyaluran. Ini agar pupuk diterima petani lebih cepat dan tepat sasaran,” katanya dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).Baca juga: Prabowo Turunkan Harga Pupuk Subsidi 20% untuk Petani

Senior Vice President (SVP) Distribusi Pupuk Indonesia Veronika Trisna Sukmawati mengatakan, Command Center menjadi bagian dari transformasi digital perusahaan yang mengintegrasikan berbagai sistem digital distribusi Pupuk Indonesia dalam satu dashboard monitoring. Integrasi pemantauan berbasis Command Center ini mendukung implementasi Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025.

Di mana Pupuk Indonesia berperan sebagai penanggung jawab utama penyaluran pupuk hingga ke tingkat Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS). “Melalui transformasi digital ini, Pupuk Indonesia membangun rantai pasok pupuk yang lebih efisien, terintegrasi, dan responsif dengan menghubungkan proses distribusi dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Command Center dilengkapi berbagai fitur monitoring yang terhubung di setiap tahapan distribusi. Pada tahap produksi, Command Center mampu memantau tingkat produktivitas seluruh pabrik Pupuk Indonesia Grup.

Selanjutnya pada tahap distribusi, fitur pelacakan kapal dan truk berbasis GPS memungkinkan Pupuk Indonesia memantau pergerakan distribusi di lapangan. Sekaligus mendeteksi potensi hambatan maupun penyimpangan selama proses pengangkutan berlangsung.

Lebih jauh, sistem Distribution Planning and Control System (DPCS) juga digunakan untuk memantau kondisi stok pupuk di berbagai wilayah menggunakan indikator warna sebagai early warning system untuk mendeteksi potensi kekurangan pasokan lebih dini. Melalui sistem ini, Pupuk Indonesia dapat mengetahui daerah dengan permintaan pupuk yang tinggi dan dapat segera melakukan penyesuaian distribusi, tanpa menunggu laporan manual.

“Ketika terdapat peningkatan kebutuhan di suatu wilayah, kami dapat segera melakukan penyesuaian pasokan pupuk agar distribusi tetap berjalan lancar dan kebutuhan petani selalu terpenuhi,” ujarnya.

Dengan pemantauan terintegrasi mulai dari proses produksi hingga distribusi, Pupuk Indonesia mampu menjaga ketersediaan stok pupuk nasional tetap dalam kondisi aman. Hingga 19 Mei 2026, stok pupuk nasional tercatat sebanyak 1,17 juta ton yang terdiri dari berbagai jenis pupuk.

Senior Vice President (SVP) Digitalisasi & Data Science Pupuk Indonesia Yetty Endarwati mengatakan, setelah melewati proses distribusi dari pabrik hingga PPTS, aplikasi iPubers menjadi bagian akhir dalam penyaluran pupuk subsidi kepada petani. Melalui iPubers, petani yang berhak cukup membawa KTP untuk melakukan penebusan di PPTS, sehingga proses penyaluran menjadi lebih mudah, tertib, dan tepat sasaran.

Menurut Yetty, iPubers juga terintegrasi dengan Command Center dan menjadi salah satu sumber data utama untuk memantau penyaluran pupuk subsidi secara real-time. Saat ini, rata-rata 2,5 juta transaksi penebusan pupuk subsidi dimonitor setiap bulan melalui integrasi sistem tersebut. Baca juga: Pupuk Indonesia Siap Jadi Motor Swasembada Pangan, Pangkas Biaya Produksi Pertanian dan Tekan NPK Impor

Data yang tercatat melalui iPubers mencakup identitas penerima, jumlah pupuk, waktu transaksi, hingga lokasi penebusan sehingga penyaluran pupuk menjadi lebih tertelusur dan akuntabel. Integrasi tersebut memungkinkan deteksi dini terhadap anomali penebusan maupun potensi penyimpangan distribusi. “Aplikasi iPubers bukan sekadar tools penebusan, tetapi instrumen penting bagi Pupuk Indonesia untuk menjaga ekosistem distribusi pupuk subsidi secara end-to-end agar lebih transparan dan tepat sasaran,” katanya.

VP Perencanaan Penjualan & Penagihan PSO, Anggy Fajar Maghfiroh mengatakan Pupuk Indonesia juga tetap melakukan pengawasan langsung di lapangan untuk memastikan distribusi pupuk subsidi berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan tersebut diperkuat melalui koordinasi dengan Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3), aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta dinas terkait.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina dan Pupuk...
Pertamina dan Pupuk Indonesia Jajaki Kolaborasi Strategis untuk Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan Nasional
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
FertInnovation Challenge...
FertInnovation Challenge 2025 Memacu Ribuan Inovator Perkuat Kemandirian Pangan
Teken Kontrak 9,8 Juta...
Teken Kontrak 9,8 Juta Ton, Pupuk Indonesia Siap Salurkan Pupuk Subsidi Mulai 1 Januari 2026
Pupuk Indonesia Siap...
Pupuk Indonesia Siap Jadi Motor Swasembada Pangan, Pangkas Biaya Produksi Pertanian dan Tekan NPK Impor
Bangun Pabrik NPK Nitrat...
Bangun Pabrik NPK Nitrat Pertama, Pupuk Indonesia Hemat Devisa hingga Rp1 Triliun
Dukung Pameran MAX 2026,...
Dukung Pameran MAX 2026, Pupuk Indonesia Dorong Pengembangan Ekonomi Biru
Rahmad Pribadi Pimpin...
Rahmad Pribadi Pimpin Pupuk Indonesia Raih 4 Penghargaan BUMN 2026
Polda Jateng Bongkar...
Polda Jateng Bongkar Penyalahgunaan Distribusi Pupuk Bersubsidi
Rekomendasi
Terungkap di Liuzhou!...
Terungkap di Liuzhou! Ini 4 Mobil Baru Wuling yang Bakal Gempur Indonesia
Usai Zionis Hancurkan...
Usai Zionis Hancurkan Patung Yesus, Netanyahu Klaim Desa Kristen Lebanon Minta Dicaplok Israel agar Dilindungi
Rebranding Fave Pamanukan...
Rebranding Fave Pamanukan Hadirkan Standar Baru Hotel Budget di Pantura
Berita Terkini
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
Tekanan Jual Mulai Terkendali,...
Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved