Pupuk Indonesia Siap Jadi Motor Swasembada Pangan, Pangkas Biaya Produksi Pertanian dan Tekan NPK Impor

Sabtu, 27 Desember 2025 - 20:00 WIB
loading...
Pupuk Indonesia Siap...
PT Pupuk Indonesia (Persero) siap menjadi motor untuk mencapai swasembada pangan yang dicanangkan Pemerintahan. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) siap menjadi motor untuk mencapai swasembada pangan yang dicanangkan Pemerintahan Prabowo - Gibran dalam 5 tahun pertama kabinetnya. Strategi utamanya memangkas biaya produksi pertanian lewat penyediaan pupuk dengan harga kompetitif dan tersedia di pasar.

Direktur Utama (Dirut) PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi menjelaskan saat ini penyediaan pupuk di Indonesia sebagian masih didatangkan dari impor. Terutama untuk produk pupuk NPK Nitrat yang sangat dibutuhkan khususnya untuk komoditas hortikultura, khususnya bawang merah dan cabai merah.

Sebagai solusi, Pupuk Indonesia berhasil membangun pabrik pupuk NPK Nitrat pertama di Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri Pupuk Kujang. Pabrik baru ini memiliki kapasitas produksi pupuk NPK Nitrat sebanyak 100 ribu ton, dengan nama produk Nitroku. Produk ini dirancang untuk memberikan penyerapan nutrisi yang lebih cepat dan efisien, sehingga mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal dan peningkatan kualitas serta kuantitas hasil panen

"Pabrik ini adalah satu diantara tujuh pabrik yang akan kita bangun sebagai komitmen kita kepada Pemerintah, sebagai hasil dari perubahan aturan mengenai Subsidi," ujar Rahmad dalam groundbreaking Pabrik NPK Nitrat di Kawasan Industri Pupuk Kujang, Selasa (23/12/2025).

Baca Juga: Pemerintah Bakal Bangun 7 Pabrik Pupuk Baru hingga 2029, Telan Anggaran Rp57 Triliun

Ia menjelaskan, kehadiran pabrik baru yang akan beroperasi mulai 2027 ini tidak sekedar menambah kapasitas produksi pupuk secara nasional, namun sekaligus mengikis peredaran pupuk impor. Sebab beberapa tahun kebelakang total impor pupuk NPK Nitrat tembus 450 ribu ton per tahun. Kehadiran satu pabrik baru ini setidaknya akan mengikis impor 100 ribu ton per tahun.

"Perlahan kita akan mengupayakan untuk bisa mendominasi rumah kita sendiri (pasar dalam negeri), sehingga sebagian besar dari NPK Nitrat yang beredar di Indonesia, harapannya akan keluar dari produksi Pupuk Indonesia Group," lanjutnya.

Tidak sampai disitu, kehadiran pabrik baru juga dipastikan menekan harga pupuk NPK Nitrat di pasar. Rahmad menjelaskan, nilai investasi pembangunan pabrik tersebut mencapai sekitar Rp550-600 miliar dengan kapasitas produksi 100 ribu ton per tahun. Dengan harga pasar NPK Nitrat saat ini yang berkisar Rp13-15 juta per ton, potensi pendapatan pabrik tersebut bisa mencapai sekitar Rp1,5 triliun per tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
Pertamina dan Pupuk...
Pertamina dan Pupuk Indonesia Jajaki Kolaborasi Strategis untuk Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan Nasional
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pastikan TNI Siap Dukung Swasembada Beras
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
DPR: Swasembada Migas...
DPR: Swasembada Migas Sama Pentingnya dengan Swasembada Pangan
Rekomendasi
Elma Agustin Buka Suara...
Elma Agustin Buka Suara Soal Tak Diajak Reuni Princess, Singgung Cara Komunikasi
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps.23: Pengorbanan Elio Demi Menyelamatkan Arumi Harus Dibayar Mahal
Febrie Adriansyah Ditahan,...
Febrie Adriansyah Ditahan, Eks Penyidik KPK: Kejagung Tunjukkan Keseriusan
Berita Terkini
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved