Inflasi Medis Picu Kenaikan Biaya Kesehatan, Allianz Ingatkan Pentingnya Proteksi Jangka Panjang
Selasa, 26 Mei 2026 - 19:06 WIB
loading...
A
A
A
Penyakit kritis seperti stroke, jantung, dan kanker kini tidak hanya dialami kelompok usia lanjut, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada usia produktif. Kondisi tersebut turut meningkatkan beban biaya kesehatan yang harus ditanggung masyarakat.
Baca Juga: Angka Kematian Kanker di Indonesia Masih Tinggi, Fasilitas dan Penanganan Harus Ditingkatkan
Kenaikan biaya medis juga berdampak pada industri asuransi, yang mendorong penyesuaian biaya premi guna menjaga keberlanjutan manfaat perlindungan. Di sisi lain, masyarakat menjadi lebih selektif dalam memilih produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
Allianz mengimbau masyarakat untuk secara rutin meninjau manfaat perlindungan kesehatan yang dimiliki, memahami cakupan polis, serta mempertimbangkan skema pembagian biaya seperti deductible. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga perlindungan tetap optimal dan berkelanjutan.
Selain itu, masyarakat juga disarankan tidak terburu-buru menghentikan perlindungan kesehatan tanpa perencanaan matang, serta memahami konsekuensi jika berpindah polis, termasuk masa tunggu manfaat tertentu. "Kami percaya perlindungan kesehatan bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan bagian penting dari kesiapan finansial jangka panjang," kata Cheang.
Baca Juga: Angka Kematian Kanker di Indonesia Masih Tinggi, Fasilitas dan Penanganan Harus Ditingkatkan
Kenaikan biaya medis juga berdampak pada industri asuransi, yang mendorong penyesuaian biaya premi guna menjaga keberlanjutan manfaat perlindungan. Di sisi lain, masyarakat menjadi lebih selektif dalam memilih produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
Allianz mengimbau masyarakat untuk secara rutin meninjau manfaat perlindungan kesehatan yang dimiliki, memahami cakupan polis, serta mempertimbangkan skema pembagian biaya seperti deductible. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga perlindungan tetap optimal dan berkelanjutan.
Selain itu, masyarakat juga disarankan tidak terburu-buru menghentikan perlindungan kesehatan tanpa perencanaan matang, serta memahami konsekuensi jika berpindah polis, termasuk masa tunggu manfaat tertentu. "Kami percaya perlindungan kesehatan bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan bagian penting dari kesiapan finansial jangka panjang," kata Cheang.
(nng)
Lihat Juga :