MBG Jadi Instrumen Ganda: Atasi Stunting dan Tekan Beban Ekonomi Keluarga

Jum'at, 29 Mei 2026 - 19:44 WIB
loading...
MBG Jadi Instrumen Ganda:...
MBG dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk memperbaiki struktur ekonomi keluarga rentan. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk memperbaiki struktur ekonomi keluarga rentan di Indonesia. Program ini disebut mampu mengurangi beban pengeluaran pangan sekaligus menekan risiko stunting secara berkelanjutan.

"Masalah stunting di Indonesia layaknya fenomena gunung es yang memiliki akar multidimensional mulai dari asupan makan, ekonomi keluarga, hingga buruknya sanitasi," ujar Ahli Gizi IPB Lesda Lybaws seperti dikutip, Jumat (29/5/2026).

Lesda menilai MBG merupakan investasi jangka panjang yang langsung menyasar akar persoalan. Program ini kini tidak hanya menyasar anak usia sekolah, tetapi juga diperluas ke kelompok 3B, yakni balita, ibu menyusui, dan ibu hamil, guna mengoptimalkan periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Ia menjelaskan, pendekatan komprehensif tersebut membuat MBG mampu memutus rantai masalah gizi yang selama ini berkelindan dengan kemiskinan dan keterbatasan akses pangan bergizi. Dengan intervensi langsung pada konsumsi harian, kualitas kesehatan anak diharapkan meningkat signifikan.

Sementara itu, Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Tri Nuryanti mengungkapkan masih terdapat 81 kabupaten/kota yang masuk kategori rentan rawan pangan. Di wilayah tersebut, keluarga prasejahtera bahkan mengalokasikan hingga 65% pendapatan untuk kebutuhan pangan.

"Ketika ada jembatan keterjangkauan bernama MBG, beban pengeluaran pangan orang tua berkurang drastis sehingga sisa pendapatan bisa dialihkan untuk pendidikan atau kesehatan," kata Tri.

Baca Juga: Program MBG Bisa Genjot Ekonomi Daerah jika Tata Kelola Diperbaiki

Menurut dia, keberadaan MBG secara tidak langsung memperbaiki daya beli masyarakat dan memutus lingkaran kemiskinan yang selama ini dipicu oleh tingginya biaya kebutuhan dasar.

Meski demikian, para pakar menilai kualitas pelaksanaan program perlu terus diperkuat. Pemerintah dinilai telah bertransformasi dari pendekatan distribusi sederhana menjadi sistem pangan yang terukur, aman, dan terstandarisasi melalui penerapan prosedur operasional (SOP) yang ketat.



Lesda mengapresiasi peningkatan pengawasan, khususnya dalam menjamin keamanan pangan. Ia menegaskan makanan yang didistribusikan harus memenuhi prinsip halal, aman, dan bergizi, serta diawasi secara berkala untuk mencegah potensi pelanggaran.

Pengawasan tersebut juga diterapkan di daerah, seperti di Gorontalo, di mana operasional Satuan Pelayanan Gizi diawasi ketat. Koordinator SPPG Gorontalo Zulkifli Taluhumala menegaskan dapur yang melanggar standar langsung ditindak tegas. “Pernah ditemukan roti berjamur, dan dapur tersebut langsung kami tutup karena itu pelanggaran SOP,” ujar Zulkifli.

Baca Juga: Qodari: Penerima Program MBG Capai 61,9 Juta Orang

Selain menjamin kualitas, program MBG juga dirancang untuk memberdayakan ekonomi lokal. Bahan pangan disuplai dari petani, nelayan, dan pelaku UMKM setempat, sehingga menciptakan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Dengan integrasi lintas sektor tersebut, MBG tidak hanya berfungsi sebagai program pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi penggerak kemandirian pangan dan penguatan ekonomi lokal, sekaligus mendukung terwujudnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Perlambatan Ekonomi...
Perlambatan Ekonomi Tekan Pendapatan, Agus Taufiq Perindo Desak Perluasan Lapangan Kerja
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Rekomendasi
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
Sekjen Demokrat Buka...
Sekjen Demokrat Buka Suara soal Isu Capres Minimal Diusung 3 Partai: Belum Pernah Dibahas
Trump Ketar-ketir Nyawanya...
Trump Ketar-ketir Nyawanya Terancam, Sebut Iran Berencana Membunuhnya
Berita Terkini
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved