Adeging Mangkunegaran 2026 Dorong Ekonomi Solo, Multiplier Effect Capai Rp87,9 Miliar
Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:38 WIB
loading...
Gelaran Adeging Mangkunegaran 2026 mendorong perputaran ekonomi Kota Solo. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Gelaran Adeging Mangkunegaran 2026 terbukti mendorong perputaran ekonomi Kota Solo dengan nilai dampak mencapai Rp87,9 miliar. Angka ini melonjak 119,8% dibandingkan capaian tahun sebelumnya, seiring integrasi acara budaya, olahraga, dan kuliner.
"Dampak ekonomi total dari acara Adeging Mangkunegaran meningkat dibandingkan tahun 2025," demikian dikutip dari laporan Katadata Insight Center (KIC) bertajuk Dampak Penyelenggaraan Adeging Mangkunegaran 2026, Sabtu (30/5/2026).
Baca Juga: BPS: Jumlah UMKM di Indonesia Capai 59 Juta Usaha Tahun 2023
Berdasarkan kajian tersebut, dampak ekonomi langsung dari penyelenggaraan acara tercatat sebesar Rp33,4 miliar. Nilai ini berasal dari belanja peserta, pengunjung, serta aktivitas operasional selama event berlangsung.
Melalui pendekatan model Keynesian, KIC menghitung bahwa dampak tersebut berkembang signifikan setelah memperhitungkan efek lanjutan di berbagai sektor pendukung, seperti akomodasi, transportasi, kuliner, hingga jasa logistik. Secara keseluruhan, nilai multiplier effect mencapai Rp87,9 miliar.
Kontributor terbesar berasal dari ajang Mangkunegaran Run 2026 yang diikuti 7.750 pelari. Dengan rata-rata pengeluaran sekitar Rp1,9 juta per peserta, kegiatan ini menghasilkan dampak ekonomi langsung sebesar Rp14,7 miliar.
Setelah memperhitungkan efek pengganda, nilai kontribusi dari ajang olahraga tersebut meningkat menjadi Rp38,7 miliar. Belanja peserta tersebar pada sektor penginapan, makanan dan minuman, transportasi lokal, serta aktivitas wisata lainnya di Solo.
Baca Juga: Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Selain itu, Festival MakaNMakan 2026 juga memberikan kontribusi signifikan dengan jumlah pengunjung mencapai 45.855 orang. Dengan rata-rata pengeluaran Rp145 ribu per orang, festival ini mencatat dampak ekonomi langsung sekitar Rp6,6 miliar.
Nilai tersebut meningkat menjadi Rp17,5 miliar setelah memperhitungkan multiplier effect. Pengeluaran pengunjung didominasi oleh konsumsi kuliner, transportasi, serta aktivitas penunjang selama festival berlangsung.
Secara keseluruhan, capaian ini menunjukkan bahwa Adeging Mangkunegaran telah berkembang menjadi penggerak ekonomi lokal. Integrasi konsep sport tourism, festival kuliner, dan wisata budaya dinilai efektif dalam memperkuat aktivitas ekonomi lintas sektor di Kota Solo.
"Dampak ekonomi total dari acara Adeging Mangkunegaran meningkat dibandingkan tahun 2025," demikian dikutip dari laporan Katadata Insight Center (KIC) bertajuk Dampak Penyelenggaraan Adeging Mangkunegaran 2026, Sabtu (30/5/2026).
Baca Juga: BPS: Jumlah UMKM di Indonesia Capai 59 Juta Usaha Tahun 2023
Berdasarkan kajian tersebut, dampak ekonomi langsung dari penyelenggaraan acara tercatat sebesar Rp33,4 miliar. Nilai ini berasal dari belanja peserta, pengunjung, serta aktivitas operasional selama event berlangsung.
Melalui pendekatan model Keynesian, KIC menghitung bahwa dampak tersebut berkembang signifikan setelah memperhitungkan efek lanjutan di berbagai sektor pendukung, seperti akomodasi, transportasi, kuliner, hingga jasa logistik. Secara keseluruhan, nilai multiplier effect mencapai Rp87,9 miliar.
Kontributor terbesar berasal dari ajang Mangkunegaran Run 2026 yang diikuti 7.750 pelari. Dengan rata-rata pengeluaran sekitar Rp1,9 juta per peserta, kegiatan ini menghasilkan dampak ekonomi langsung sebesar Rp14,7 miliar.
Setelah memperhitungkan efek pengganda, nilai kontribusi dari ajang olahraga tersebut meningkat menjadi Rp38,7 miliar. Belanja peserta tersebar pada sektor penginapan, makanan dan minuman, transportasi lokal, serta aktivitas wisata lainnya di Solo.
Baca Juga: Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Selain itu, Festival MakaNMakan 2026 juga memberikan kontribusi signifikan dengan jumlah pengunjung mencapai 45.855 orang. Dengan rata-rata pengeluaran Rp145 ribu per orang, festival ini mencatat dampak ekonomi langsung sekitar Rp6,6 miliar.
Nilai tersebut meningkat menjadi Rp17,5 miliar setelah memperhitungkan multiplier effect. Pengeluaran pengunjung didominasi oleh konsumsi kuliner, transportasi, serta aktivitas penunjang selama festival berlangsung.
Secara keseluruhan, capaian ini menunjukkan bahwa Adeging Mangkunegaran telah berkembang menjadi penggerak ekonomi lokal. Integrasi konsep sport tourism, festival kuliner, dan wisata budaya dinilai efektif dalam memperkuat aktivitas ekonomi lintas sektor di Kota Solo.
(nng)
Lihat Juga :