Inflasi Indonesia Mei 2026 Capai 3,08%, Ini Pendorongnya
Selasa, 02 Juni 2026 - 14:08 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut berperan sebagai penyeimbang inflasi. Sejumlah komoditas seperti daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang putih mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi lebih lanjut.
Baca Juga: BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61% di Kuartal I-2026
Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat deflasi sebesar 0,74% dengan andil deflasi 0,05%. Penurunan harga pada kelompok ini menjadi faktor penting dalam meredam tekanan inflasi secara keseluruhan.
Komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang utama deflasi pada kelompok tersebut, dengan penurunan harga mencapai 2,67% sepanjang Mei 2026. Tren ini bahkan telah berlangsung selama tiga bulan berturut-turut sejak Maret 2026.
BPS menegaskan, meski tekanan inflasi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, kondisi inflasi nasional masih relatif terkendali. Namun, dinamika harga energi dan transportasi tetap perlu diwaspadai karena berpotensi mendorong inflasi ke depan.
Baca Juga: BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61% di Kuartal I-2026
Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat deflasi sebesar 0,74% dengan andil deflasi 0,05%. Penurunan harga pada kelompok ini menjadi faktor penting dalam meredam tekanan inflasi secara keseluruhan.
Komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang utama deflasi pada kelompok tersebut, dengan penurunan harga mencapai 2,67% sepanjang Mei 2026. Tren ini bahkan telah berlangsung selama tiga bulan berturut-turut sejak Maret 2026.
BPS menegaskan, meski tekanan inflasi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, kondisi inflasi nasional masih relatif terkendali. Namun, dinamika harga energi dan transportasi tetap perlu diwaspadai karena berpotensi mendorong inflasi ke depan.
(nng)
Lihat Juga :