Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
Rabu, 03 Juni 2026 - 23:19 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Pede Rupiah Menguat Mulai Juli 2026, Gubernur BI Ungkap Penyebab Mata Uang Garuda Kolaps
Menkeu bahkan memberikan bocoran indikator keuangan negara, di mana angka defisit anggaran berhasil ditekan hingga ke level 0,7% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dalam kurun waktu lima bulan pertama tahun ini.
"Ga ada. Anda pasti menuduh kebijakan fiskal, kan? Banyak yang bilang gara-gara fiskalnya berantakan. Nanti kita ketemu kapan? Minggu depannya? Ada update fiskal bulanan itu, fiskal APBN kita. Itu bulan Mei membaik kan dibanding bulan April," ungkap dia.
Ia memproyeksikan, jika dihitung secara tahunan menggunakan metode linier para ekonom, total defisit anggaran hingga akhir tahun diprediksi hanya akan berada di kisaran 1,7% hingga 1,8% dari PDB.
Selain defisit yang terjaga, Purbaya mengonfirmasi bahwa keseimbangan primer (primary surplus) pada bulan Mei kembali mencatatkan nilai positif yang lebih tinggi dari April. Dari sisi penerimaan negara, reformasi perpajakan yang digulirkan pemerintah diklaim sukses memacu pertumbuhan setoran pajak hingga di atas 22 persen dibandingkan tahun lalu.
"Bulan Mei juga surplus, primary surplusnya positif. Lebih tinggi dibanding bulan April dan pendapatan pajak kita lebih bagus dibanding tahun lalu. Tumbuhnya 22 persen lebih, jadi reformasi di perpajakan sudah menghasilkan peningkatan pendapatan signifikan. Sehingga anggaran kita amat aman," urainya.
Purbaya memastikan, seluruh visualisasi dan data detail mengenai kesehatan APBN ini akan dipaparkan secara transparan kepada publik dalam waktu dekat.
Menkeu bahkan memberikan bocoran indikator keuangan negara, di mana angka defisit anggaran berhasil ditekan hingga ke level 0,7% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dalam kurun waktu lima bulan pertama tahun ini.
"Ga ada. Anda pasti menuduh kebijakan fiskal, kan? Banyak yang bilang gara-gara fiskalnya berantakan. Nanti kita ketemu kapan? Minggu depannya? Ada update fiskal bulanan itu, fiskal APBN kita. Itu bulan Mei membaik kan dibanding bulan April," ungkap dia.
Ia memproyeksikan, jika dihitung secara tahunan menggunakan metode linier para ekonom, total defisit anggaran hingga akhir tahun diprediksi hanya akan berada di kisaran 1,7% hingga 1,8% dari PDB.
Selain defisit yang terjaga, Purbaya mengonfirmasi bahwa keseimbangan primer (primary surplus) pada bulan Mei kembali mencatatkan nilai positif yang lebih tinggi dari April. Dari sisi penerimaan negara, reformasi perpajakan yang digulirkan pemerintah diklaim sukses memacu pertumbuhan setoran pajak hingga di atas 22 persen dibandingkan tahun lalu.
"Bulan Mei juga surplus, primary surplusnya positif. Lebih tinggi dibanding bulan April dan pendapatan pajak kita lebih bagus dibanding tahun lalu. Tumbuhnya 22 persen lebih, jadi reformasi di perpajakan sudah menghasilkan peningkatan pendapatan signifikan. Sehingga anggaran kita amat aman," urainya.
Purbaya memastikan, seluruh visualisasi dan data detail mengenai kesehatan APBN ini akan dipaparkan secara transparan kepada publik dalam waktu dekat.
(akr)
Lihat Juga :