Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
Rabu, 03 Juni 2026 - 23:19 WIB
loading...
A
A
A
Ketika dimintai tanggapan mengenai proyeksi pelemahan rupiah yang berpotensi menembus level Rp18.000 pada bulan Juni ini, Purbaya menilai pelemahan tajam dalam satu hingga dua hari terakhir dipicu oleh maraknya sentimen negatif dan rumor yang tidak berdasar di pasar keuangan.
Salah satu rumor yang beredar adalah adanya instruksi dari dirinya agar perbankan nasional segera melakukan stress test (uji ketahanan) menghadapi skenario rupiah di atas Rp18.000. Purbaya secara langsung membantah spekulasi tersebut.
"Kalau kita lihat kan tiba-tiba aja penguatannya, pelemahannya 1-2 hari ini kan. Karena ada isu macam-macam, ada rumor di pasar. Ada yang bilang saya suruh perbankan melakukan stress terst kalau rupiahnya Rp18.000 lebih. Padahal saya nggak pernah, jadi banyak isu-isu di pasar yang membuat sentimen ke rupiah negatif," tegasnya.
Menghadapi situasi tersebut, Purbaya menegaskan fokus utamanya saat ini adalah memperkuat fondasi riil perekonomian domestik demi menyokong stabilitas mata uang dalam jangka panjang.
"Tapi kalau kita lihat kewajiban saya adalah menjaga fondasi ekonomi. Supaya ekonominya berjalan terus, semakin cepat, semakin cepat, semakin cepat. Karena pada akhirnya kita percaya rupiah akan ditentukan oleh fondasi ekonominya. Jadi untuk saya fokusnya di situ," jelasnya.
Purbaya juga menepis tudingan dari sejumlah pihak yang mengaitkan kejatuhan rupiah dengan kebijakan fiskal pemerintah yang dianggap bermasalah atau tidak kredibel. Ia memastikan bahwa data APBN Kita untuk bulan Mei 2026 justru menunjukkan performa yang jauh lebih sehat dibanding bulan sebelumnya.
Salah satu rumor yang beredar adalah adanya instruksi dari dirinya agar perbankan nasional segera melakukan stress test (uji ketahanan) menghadapi skenario rupiah di atas Rp18.000. Purbaya secara langsung membantah spekulasi tersebut.
"Kalau kita lihat kan tiba-tiba aja penguatannya, pelemahannya 1-2 hari ini kan. Karena ada isu macam-macam, ada rumor di pasar. Ada yang bilang saya suruh perbankan melakukan stress terst kalau rupiahnya Rp18.000 lebih. Padahal saya nggak pernah, jadi banyak isu-isu di pasar yang membuat sentimen ke rupiah negatif," tegasnya.
Menghadapi situasi tersebut, Purbaya menegaskan fokus utamanya saat ini adalah memperkuat fondasi riil perekonomian domestik demi menyokong stabilitas mata uang dalam jangka panjang.
"Tapi kalau kita lihat kewajiban saya adalah menjaga fondasi ekonomi. Supaya ekonominya berjalan terus, semakin cepat, semakin cepat, semakin cepat. Karena pada akhirnya kita percaya rupiah akan ditentukan oleh fondasi ekonominya. Jadi untuk saya fokusnya di situ," jelasnya.
Purbaya juga menepis tudingan dari sejumlah pihak yang mengaitkan kejatuhan rupiah dengan kebijakan fiskal pemerintah yang dianggap bermasalah atau tidak kredibel. Ia memastikan bahwa data APBN Kita untuk bulan Mei 2026 justru menunjukkan performa yang jauh lebih sehat dibanding bulan sebelumnya.
Lihat Juga :