Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Kamis, 04 Juni 2026 - 14:03 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, harga CPO sempat mencapai rata-rata Rp15.445 per kilogram sebelum kembali turun ke kisaran Rp14.000 per kilogram. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama pemerintah dalam menentukan besaran penyesuaian harga MinyaKita.
Selain harga CPO, pemerintah juga memperhitungkan perkembangan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang sebelumnya sempat turun hingga Rp1.800 per kilogram sebelum kembali mengalami kenaikan.
Baca Juga: Puasa Belum Satu Pekan, Ada Temuan Minyakita Dijual di Atas HET
Budi mengatakan pemerintah akan menetapkan HET baru setelah harga CPO menunjukkan tren yang lebih stabil. Penyesuaian harga diperkirakan dapat dilakukan dalam satu hingga dua pekan ke depan apabila kondisi pasar dan harga bahan baku relatif normal.
Di sisi lain, sejumlah pedagang mengeluhkan kelangkaan MinyaKita di pasaran. Keterbatasan pasokan tersebut membuat harga jual MinyaKita di sejumlah daerah telah melampaui HET dan mencapai sekitar Rp16.000 per liter.
Selain harga CPO, pemerintah juga memperhitungkan perkembangan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang sebelumnya sempat turun hingga Rp1.800 per kilogram sebelum kembali mengalami kenaikan.
Baca Juga: Puasa Belum Satu Pekan, Ada Temuan Minyakita Dijual di Atas HET
Budi mengatakan pemerintah akan menetapkan HET baru setelah harga CPO menunjukkan tren yang lebih stabil. Penyesuaian harga diperkirakan dapat dilakukan dalam satu hingga dua pekan ke depan apabila kondisi pasar dan harga bahan baku relatif normal.
Di sisi lain, sejumlah pedagang mengeluhkan kelangkaan MinyaKita di pasaran. Keterbatasan pasokan tersebut membuat harga jual MinyaKita di sejumlah daerah telah melampaui HET dan mencapai sekitar Rp16.000 per liter.
(nng)
Lihat Juga :