Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
Kamis, 04 Juni 2026 - 22:08 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah didorong untuk memperkuat pasokan valas di dalam negeri melalui optimalisasi konversi Devisa Hasil Ekspor (DHE) dengan insentif yang memadai. Namun, langkah tersebut harus dibarengi dengan pemulihan kredibilitas fiskal sebagai akar utama stabilitas.
Untuk jangka pendek, pemerintah perlu mengoptimalkan pasokan valas melalui insentif Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang lebih agresif. Namun, perbaikan fundamental tetap menjadi kunci utama agar rupiah tidak terus terjebak dalam kerentanan di masa depan.
"Dalam jangka panjang, kerentanan rupiah hanya dapat diatasi dengan memperbaiki struktur neraca pembayaran, mulai dari masalah ketergantungan pada ekspor komoditas, defisit pendapatan primer yang persisten, hingga problem dangkalnya pasar keuangan," tegas Faisal.
Tanpa perbaikan struktur ekonomi yang mendasar, rupiah akan terus menjadi mata uang yang rentan terhadap guncangan, baik dari dalam maupun luar negeri. Perbaikan struktur neraca pembayaran menjadi harga mati demi menciptakan kemandirian ekonomi yang lebih tangguh.
Untuk jangka pendek, pemerintah perlu mengoptimalkan pasokan valas melalui insentif Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang lebih agresif. Namun, perbaikan fundamental tetap menjadi kunci utama agar rupiah tidak terus terjebak dalam kerentanan di masa depan.
"Dalam jangka panjang, kerentanan rupiah hanya dapat diatasi dengan memperbaiki struktur neraca pembayaran, mulai dari masalah ketergantungan pada ekspor komoditas, defisit pendapatan primer yang persisten, hingga problem dangkalnya pasar keuangan," tegas Faisal.
Tanpa perbaikan struktur ekonomi yang mendasar, rupiah akan terus menjadi mata uang yang rentan terhadap guncangan, baik dari dalam maupun luar negeri. Perbaikan struktur neraca pembayaran menjadi harga mati demi menciptakan kemandirian ekonomi yang lebih tangguh.
(akr)
Lihat Juga :