Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025

Jum'at, 05 Juni 2026 - 12:00 WIB
loading...
Pertamina EP Bukukan...
PT Pertamina EP (PEP) berhasil mencatatkan total produksi minyak dan gas bumi sebesar 205 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD) sepanjang 2025. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Pertamina EP (PEP) berhasil mencatatkan total produksi minyak dan gas bumi sebesar 205 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD) sepanjang 2025. Capaian dari pengelolaan fasilitas hulu migas di 5 aset dan 22 lapangan operasi tersebut meliputi produksi minyak sebesar 68.338 barel per hari (BOPD) serta gas mencapai 792 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

"Capaian sepanjang tahun lalu mencerminkan kemampuan Pertamina EP dalam menghadirkan inovasi operasional yang terukur, menjaga keandalan kinerja, serta memperkuat ketahanan portofolio hulu. Melalui inovasi yang berkelanjutan, kami memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus menata masa depan operasi migas yang lebih berkelanjutan dan resilien," ujar Direktur Utama Pertamina EP Rachmat Hidajat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, dikutip Jumat (5/6/2026).

Baca Juga: Harmonisasi Tata Ruang Jadi Kunci Ketahanan Energi Nasional

Rachmat memaparkan, kinerja operasional tersebut ditopang oleh realisasi pengeboran 12 sumur eksplorasi dan 137 sumur pengembangan. Selain itu, anak usaha subholding upstream Pertamina ini juga memperkuat kegiatan eksplorasi melalui akuisisi seismik 2D sepanjang 113 kilometer dan seismik 3D seluas 79 kilometer persegi, yang memicu penemuan sumber daya 2C sebesar 133 MMBOE serta tambahan cadangan terbukti P1 sebesar 59 MMBOE.

Salah satu inovasi operasional yang berhasil diselesaikan adalah liquid onstream perdana Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Stage 1 di Lapangan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Proyek bagian dari program Optimasi Pengembangan Lapangan Akasia Bagus–Gantar ini menandai dimulainya produksi cairan sebesar 400 barel fluida per hari, dengan kapasitas terpasang hingga 7.250 BLPD.

Dari sisi finansial dan tata kelola korporasi, Pertamina EP memperoleh credit rating AAA (Sangat Sehat) dari Fitch Ratings Indonesia. Peringkat tertinggi pada skala nasional ini menjadi pengakuan atas fundamental bisnis, pengelolaan risiko, dan implementasi prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang solid di lingkungan perusahaan.

Pada aspek keselamatan kerja, Pertamina EP membukukan lebih dari 3,12 juta jam kerja selamat sepanjang tahun 2025. Komitmen terhadap lingkungan juga dibuktikan melalui raihan 17 penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Hijau dan 4 PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup.



Implementasi tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) atau ESG diwujudkan melalui pelaksanaan 444 program berkelanjutan yang menyasar bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, hingga kebencanaan. Program yang tersebar di 30 kabupaten/kota di 13 provinsi wilayah kerja perusahaan ini telah memberikan dampak positif kepada lebih dari 40 ribu penerima manfaat.

Baca Juga: Pertamina EP Mulai Pengembangan Lapangan Bambu Merah

Komisaris Utama Pertamina EP Morry Ermond menilai perusahaan telah menunjukkan performa yang efektif dan adaptif dalam menjaga keberlangsungan usaha. Menurutnya, hasil optimal tetap dapat diraih secara konsisten meskipun industri hulu migas dihadapkan pada berbagai tantangan eksternal yang dinamis, baik dari lingkup domestik maupun global.

Apresiasi senada disampaikan oleh pemegang saham utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang diwakili oleh VP Controller PHE Caesarian. Pihaknya mengapresiasi performa produksi minyak yang meningkat dibanding tahun sebelumnya, kinerja produksi gas yang stabil, serta realisasi peningkatan cadangan P1 yang berhasil melampaui target tahunan.

"Untuk tahun 2026 ini, pemegang saham mengharapkan perusahaan dapat terus melaksanakan akselerasi transformasi bisnis, menguatkan implementasi prinsip HSSE, meningkatkan upaya untuk mencapai target temuan sumber daya 2C, dan meningkatkan kinerja produksi yang berdampak pada peningkatan laba perusahaan," tutur Caesarian.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Blibli Kembali Masuk...
Blibli Kembali Masuk dalam Daftar Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Rayakan HUT ke-61, PGN...
Rayakan HUT ke-61, PGN Gelar Sunatan Massal di Seluruh Wilayah Operasional
Kasus Korupsi LNG, Hari...
Kasus Korupsi LNG, Hari Karyuliarto Sebut Vonis 4,5 Tahun Tidak Adil
Indramayu Masuk Top...
Indramayu Masuk Top 5 Kinerja Terbaik Daerah Se-Indonesia, Bupati Lucky: Alhamdulillah
Rekomendasi
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
Ronaldo Raja Gol Portugal...
Ronaldo Raja Gol Portugal di Piala Dunia
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved