Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
Sabtu, 06 Juni 2026 - 09:44 WIB
loading...
A
A
A
"Konektivitas di Jakarta sudah sembilan puluh tiga persen, tetapi problemnya yang memanfaatkan terus-menerus belum maksimal karena orang dari sub-urban area lebih banyak masih menggunakan kendaraan pribadi," jelasnya.
Untuk mengatasi persoalan komuter dari Tangerang, Bekasi, Depok, hingga Bogor, Pemprov DKI secara agresif mengembangkan layanan Transjabodetabek. Rute-rute strategis seperti Bogor-Blok M dan PIK 2-Blok M menunjukkan pertumbuhan penumpang yang luar biasa, di mana rute Bogor kini mampu melayani hampir 10 ribu orang per hari menggunakan armada yang lebih masif.
Capaian ini secara signifikan mampu memangkas volume empat juta orang yang masuk ke Jakarta setiap pagi dan kembali di malam hari. Pemerintah daerah juga tetap mempertahankan skema subsidi harga agar biaya transportasi tetap kompetitif dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi atau taksi.
Untuk mengatasi kepadatan jutaan komuter, pemerintah daerah secara masif membuka rute Transjabodetabek dengan skema harga yang tetap terjangkau bagi kantong masyarakat. Efektivitas penambahan armada ini terlihat dari lonjakan penumpang harian yang mampu memangkas volume lalu lintas di jantung Ibu Kota.
"Artinya apa yang kami buka ini secara signifikan mengurangi orang yang masuk ke Jakarta, apalagi dengan harga yang masih bertahan di angka dua ribu dan tiga ribu lima ratus," kata Pramono.
Untuk mengatasi persoalan komuter dari Tangerang, Bekasi, Depok, hingga Bogor, Pemprov DKI secara agresif mengembangkan layanan Transjabodetabek. Rute-rute strategis seperti Bogor-Blok M dan PIK 2-Blok M menunjukkan pertumbuhan penumpang yang luar biasa, di mana rute Bogor kini mampu melayani hampir 10 ribu orang per hari menggunakan armada yang lebih masif.
Capaian ini secara signifikan mampu memangkas volume empat juta orang yang masuk ke Jakarta setiap pagi dan kembali di malam hari. Pemerintah daerah juga tetap mempertahankan skema subsidi harga agar biaya transportasi tetap kompetitif dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi atau taksi.
Untuk mengatasi kepadatan jutaan komuter, pemerintah daerah secara masif membuka rute Transjabodetabek dengan skema harga yang tetap terjangkau bagi kantong masyarakat. Efektivitas penambahan armada ini terlihat dari lonjakan penumpang harian yang mampu memangkas volume lalu lintas di jantung Ibu Kota.
"Artinya apa yang kami buka ini secara signifikan mengurangi orang yang masuk ke Jakarta, apalagi dengan harga yang masih bertahan di angka dua ribu dan tiga ribu lima ratus," kata Pramono.
(akr)
Lihat Juga :