Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun

Senin, 08 Juni 2026 - 17:26 WIB
loading...
Pakar Ingatkan Galon...
Galon guna ulang tidak boleh dipakai terus-menerus sampai bertahun-tahun. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Galon guna ulang tidak boleh dipakai terus-menerus sampai bertahun-tahun. Pesan itu disampaikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Djaja Surya Atmadja saat membahas risiko zat kimia berbahaya Bisphenol A atau BPA dalam kemasan galon guna ulang polikarbonat.

Menurut dr. Djaja, batas usia pakai galon bukan sekadar persoalan tampilan fisik atau kebersihan kemasan. Semakin lama galon polikarbonat digunakan dan berulang kali melalui proses distribusi, pencucian, pengisian ulang, serta penggunaan oleh konsumen, semakin besar pula potensi terjadinya peluruhan BPA dari dinding galon ke dalam air minum. Karena itu, batas usia pakai menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi paparan BPA kepada konsumen.

Baca Juga: Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang

Menurut dr. Djaja, batasnya harus jelas. Galon guna ulang maksimal dipakai satu tahun. Setelah itu, galon seharusnya ditarik dan diganti, bukan terus berputar dari satu konsumen ke konsumen lain.

"Isi ulangnya itu tidak boleh dipakai lebih dari setahun. Karena pelan-pelan dia (BPA) akan melarut ke dalam itu," ujar dr. Djaja dalam program siniar bersama Prof. Rhenald Kasali seperti dikutip pada Senin (8/6/2026).



Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa usia galon menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan dalam pembahasan BPA. Semakin lama sebuah galon berada dalam siklus penggunaan, semakin lama pula BPA memiliki peluang untuk terlepas dari material polikarbonat dan berpindah ke air yang dikonsumsi masyarakat.

Persoalannya, konsumen hampir tidak pernah tahu usia galon yang mereka terima. Saat membeli air minum dalam galon, konsumen hanya melihat airnya jernih dan galonnya masih bisa digunakan. Padahal, galon itu bisa saja sudah berulang kali keluar-masuk pabrik, dipakai di banyak rumah, lalu kembali lagi ke pasar.

Akibatnya, konsumen tidak memiliki cara untuk mengetahui apakah galon yang diterima masih berada dalam masa pakai yang aman atau justru sudah terlalu lama beredar. Padahal, jika usia galon terus bertambah tanpa pengendalian yang ketat, risiko peluruhan BPA yang disampaikan para ahli menjadi semakin relevan untuk diperhatikan.

Dr. Djaja menyebut, galon lama masih banyak ditemukan. Bahkan, ada galon yang dipakai sampai belasan tahun. Ini yang menurutnya perlu menjadi perhatian serius, karena galon yang terlalu lama digunakan bisa mengalami perubahan fisik dan berpotensi meningkatkan risiko peluruhan BPA.

“Kemarin belum lama tuh ada survei ternyata sampai ada yang 11 tahun, ada yang 13 tahun masih dipakai isi ulang. Itu sampai bolak-balik, sampai galonnya itu buram,” kata dr. Djaja.

Temuan adanya galon berusia 11 hingga 13 tahun menunjukkan bahwa sebagian galon dapat beredar jauh melampaui batas satu tahun yang disarankan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan penting mengenai besarnya peluang paparan BPA pada galon-galon yang telah digunakan berulang kali selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Harga Sama, KKI Soroti Diskriminasi Kualitas Galon Guna Ulang di Pasaran

Galon yang sudah buram, banyak goresan, atau tampak aus memang bisa menjadi tanda bahwa kemasan itu sudah terlalu lama digunakan. Namun, risiko tidak selalu terlihat dari luar. Air tetap bisa tampak normal, tidak berwarna, dan tidak berbau. Karena itu, kontrol usia pakai tidak boleh hanya dibebankan kepada konsumen.

Justru karena BPA tidak dapat dilihat, dicium, maupun dirasakan melalui perubahan rasa air, konsumen sering kali tidak menyadari adanya potensi risiko dari galon yang sudah terlalu tua. Kondisi fisik galon yang menua menjadi salah satu indikator bahwa kemasan tersebut telah lama digunakan dan perlu dievaluasi kelayakannya.

Menurut dr. Djaja, produsen sebenarnya punya ruang untuk mengontrol hal tersebut. Sebab, sistem galon guna ulang membuat galon selalu kembali ke pabrik setelah dipakai. Di titik itulah produsen bisa mengecek, memilah, menarik, dan mengganti galon yang sudah lewat masa pakai.

"Sebenarnya itu bisa dikontrol. Setelah dipakai, kan galon kita balikin… itu dibawa ke pabrik lagi kan. Sebenarnya nggak boleh lebih dari setahun… Mestinya sama produsennya ditarik, diganti sama yang baru," ujarnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
Mayoritas Konsumen Keluhkan...
Mayoritas Konsumen Keluhkan Bahaya Galon Tua, KKI: 92 Juta Penduduk Terancam BPA
Peneliti USU Uji Sampel...
Peneliti USU Uji Sampel Galon Guna Ulang, Bebas Kandungan BPA
Apkrindo Dukung Air...
Apkrindo Dukung Air Kemasan BPA Free Jadi Bahan Baku Makanan dan Minuman
Meneropong Efek Gaduh...
Meneropong Efek Gaduh Pelabelan BPA Galon ke Dunia Usaha
Soal Pelabelan BPA Galon...
Soal Pelabelan BPA Galon Guna Ulang, Produsen Mamin Minta Bukti Ganggu Kesehatan
Pakar Polimer ITB Minta...
Pakar Polimer ITB Minta Isu BPA Tak Dipakai untuk Persaingan Usaha
Pakar Tegaskan Belum...
Pakar Tegaskan Belum Ada Bukti Ilmiah BPA pada Air Galon Kemasan Polikarbonat Pengaruhi Metabolisme Tubuh
Pakar Beberkan Alasan...
Pakar Beberkan Alasan Minum Air dari Galon Polikarbonat Aman, Tak Sebabkan Gangguan Janin
Rekomendasi
Wasit Resmi Piala Dunia...
Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, Komentator Bola Simon Jordan Malah Bikin Geram
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
Berita Terkini
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved