DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal

Senin, 08 Juni 2026 - 21:20 WIB
loading...
DPR Ingatkan Potensi...
Anggota DPR Komisi IX Nurhadi. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Wacana penambahan layer atau golongan baru dalam struktur Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk mengakomodasi peredaran rokok ilegal menuai kritik dari kalangan legislatif. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi memicu moral hazard, mengganggu kepastian usaha, serta menciptakan distorsi di pasar industri hasil tembakau.

"Pada prinsipnya saya melihat pemerintah harus sangat hati-hati agar kebijakan tersebut tidak justru dimaknai sebagai bentuk legalisasi terhadap rokok ilegal," kata Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi seperti dikutip Senin (8/6/2026).

Baca Juga: Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini

Menurut Nurhadi, apabila tujuan pemerintah adalah menarik produk ilegal masuk ke dalam sistem perpajakan dan pengawasan negara, mekanisme yang diterapkan harus dilakukan secara ketat tanpa memberikan ruang pembiaran terhadap pelanggaran yang telah terjadi sebelumnya.



Ia mengingatkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan moral hazard apabila pelaku usaha ilegal menilai pelanggaran yang dilakukan dapat diselesaikan melalui perubahan regulasi. “Jangan sampai muncul moral hazard, seolah-olah pelaku industri ilegal cukup menunggu kebijakan baru lalu otomatis bisa masuk pasar resmi,” ujarnya.

Kritik tersebut mencuat di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi dan menciptakan kepastian bagi dunia usaha. Dalam konteks itu, penambahan golongan baru dalam struktur cukai dinilai berisiko mengirimkan sinyal yang bertentangan dengan semangat stabilitas yang sedang dibangun pemerintah.

Baca Juga: DPR: Penambahan Layer Baru Cukai Rokok Buka Celah Penyalahgunaan dan Moral Hazard

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tarif CHT tidak akan mengalami kenaikan hingga 2027. Pemerintah memilih mempertahankan tarif pada level saat ini guna menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal.

"Saya buat konstan saja, tidak naik dan tidak turun. Saya ingin stabilitas dulu," kata Purbaya.

Sejumlah kalangan menilai fokus pemerintah sebaiknya diarahkan pada pemberantasan rokok ilegal melalui penguatan pengawasan dan penegakan hukum. Langkah tersebut dianggap lebih efektif untuk menciptakan iklim usaha yang sehat, menjaga penerimaan negara, serta mendukung industri hasil tembakau yang tertib dan berkelanjutan tanpa menimbulkan distorsi pasar baru.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wacana Tambah Layer...
Wacana Tambah Layer Cukai Rokok Dinilai Tanpa Kajian, Awas Jadi Bumerang
Rokok Ilegal Gerus Penerimaan...
Rokok Ilegal Gerus Penerimaan Negara, Penegakan Hukum Tak Bisa Ditawar
Kebijakan Layer Baru...
Kebijakan Layer Baru Cukai Rokok Dinilai Kontraproduktif
Rencana Penambahan Layer...
Rencana Penambahan Layer Tarif Cukai Baru Rokok Berpotensi Menggerus Basis Pajak
Tampung Rokok Ilegal,...
Tampung Rokok Ilegal, Purbaya Siapkan Layer Cukai Tambahan Baru
Kebijakan Cukai Rokok...
Kebijakan Cukai Rokok Picu Fenomena Downtrading
ICW Pertanyakan Komitmen...
ICW Pertanyakan Komitmen Pemerintah Tegakkan Hukum terhadap Peredaran Rokok Ilegal
Aparat Didesak Tindak...
Aparat Didesak Tindak Pabrik Rokok di Sumenep Diduga Langgar Izin Operasi Mesin Pelinting
Bea Cukai Gagalkan Pengiriman...
Bea Cukai Gagalkan Pengiriman Rokok Ilegal Senilai Rp2 Miliar di Tabanan, Bali
Rekomendasi
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
2 Raksasa Perusahaan...
2 Raksasa Perusahaan Rokok Setop Beli Tembakau Temanggung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved