Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:16 WIB
loading...
Antam Tebar Dividen...
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) tahun buku 2025. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) membagikan dividen sebesar Rp5,04 triliun atau 70% dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 seiring pencapaian kinerja operasional dan keuangan terbaik sepanjang sejarah perseroan.

"Di tengah dinamika pasar global dan tantangan industri, ANTAM berhasil mencatatkan kinerja operasional dan keuangan terbaik sepanjang sejarah perseroan. Capaian ini mencerminkan kuatnya fundamental bisnis, efektivitas strategi yang dijalankan secara disiplin, serta komitmen seluruh insan ANTAM dalam mengoptimalkan potensi sumber daya mineral nasional untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemangku kepentingan," ujar Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto seperti dikutip pada Rabu (10/6/2026).

Baca Juga: Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram

Selain dividen, RUPST menetapkan sebesar Rp2,16 triliun atau 30% dari laba bersih sebagai saldo laba ditahan. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha, memperkuat fundamental bisnis, serta membiayai berbagai proyek strategis perseroan.

Sepanjang 2025, ANTAM membukukan pendapatan sebesar Rp84,64 triliun, meningkat 22% dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 106% dibandingkan capaian tahun 2024, didorong oleh peningkatan kinerja operasional dan optimalisasi portofolio bisnis.

Perseroan juga terus memperkuat strategi hilirisasi dan integrasi rantai nilai mineral sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda industrialisasi nasional. Langkah tersebut sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.



Dalam RUPST, pemegang saham turut menyetujui rencana ANTAM menerima penugasan khusus pemerintah untuk mempercepat program hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional. Penugasan itu mencakup pengembangan rantai industri baterai terintegrasi dari sektor pertambangan hingga fasilitas daur ulang baterai.

Program tersebut akan dijalankan melalui kerja sama ANTAM dan PT Industri Baterai Indonesia (IBI) bersama HYD Investment Limited, konsorsium yang beranggotakan Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd., EVE Energy Co., Ltd., dan PT Daaz Bara Lestari Tbk. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global kendaraan listrik sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru bagi perseroan.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?

RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus perusahaan. Pemegang saham mengangkat Aryanto Wibowo sebagai Komisaris, I Dewa Bagus Sugata Wirantaya sebagai Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir, serta Arini Kasmira sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

Untung menegaskan ANTAM akan terus memperkuat efisiensi operasional, tata kelola perusahaan, serta integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam strategi korporasi. Menurutnya, langkah tersebut menjadi fondasi penting untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan dan meningkatkan daya saing perseroan dalam jangka panjang.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
RUPST 2025 ANTAM Setujui...
RUPST 2025 ANTAM Setujui Dividen Rp5,04 Triliun dan Perkuat Hilirisasi Nikel Nasional
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Rekomendasi
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Profil Elijah Just,...
Profil Elijah Just, Bintang Selandia Baru yang Curi Panggung Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved